Logo Header Antaranews Lampung

Menkes kebut imunisasi campak agar selesai sebelum Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 14:36 WIB
Image Print
Ilustrasi : Pelaksanaan imunisasi campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. ANTARA/ Rizal Hanafi
Nah hari ini sudah jalan satu minggu. Saya ngeliat hasilnya penetrasinya bagus. Angka pastinya saya belum dapat. Tapi memang kita ngejar ini kalau bisa sebelum Lebaran

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya menargetkan dalam 1-2 minggu cakupan imunisasi campak dapat mencapai 95 persen sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.

"Nah hari ini sudah jalan satu minggu. Saya ngeliat hasilnya penetrasinya bagus. Angka pastinya saya belum dapat. Tapi memang kita ngejar ini kalau bisa sebelum Lebaran," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis.

Menkes menyebutkan imunisasi sudah dijalankan di 50 kabupaten/kota. Adapun target pencapaian sebelum Lebaran, lanjut dia, karena saat mudik orang-orang bergerak secara masif, sehingga ada risiko penyebaran.

"Nah kalau anak-anak ini terkena campak atau ada orang tua yang terkena campak kemudian bergerak, itu bisa menularkan yang lain," ucap Menkes.

Menkes menyebutkan satu orang campak berisiko menularkan ke 12-18 orang lain.

"Itu kalau kita mau menahan penularan kayak COVID dulu, ini harus 95 persen memiliki kekebalan karena imunisasi," ujar Menkes.

Percepatan tersebut digencarkan oleh puskesmas dan posyandu. Menkes Budi menyebutkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) siap untuk membuka layanan pemberian vaksin MR (Measles Rubella) pada posko-posko mudik guna mengantisipasi kenaikan penyebaran kasus campak saat musim libur Lebaran mendatang.

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan pihaknya siap mengantisipasi para pemudik dengan anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak.

“Kami siap mengantisipasi, jadi sudah menyiapkan sebenarnya layanan vaksinasi campak pada pos mudik. Kami sudah merencanakan akan dibuka layanan vaksinasi di pos pelayanan mudik,” kata Andi dalam Konferensi Pers Update Kasus Campak di Indonesia yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Jumat (6/3).

Pihaknya mencatat ada sebanyak 10.453 suspek campak sepanjang tahun 2026, dengan penambahan 506 suspek terjadi pada minggu ke-8 apabila dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Kemenkes menjamin keamanan penggunaan vaksin MR dalam imunisasi campak karena sudah memiliki izin edar BPOM serta melalui evaluasi ketat WHO, dengan efek samping yang bersifat wajar dan sementara.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes Lucia Rizka Andalusia meminta masyarakat untuk tidak khawatir terkait pemilihan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional, khususnya untuk penyakit campak.

“Jangan khawatir terkait pemilihan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional karena telah dilakukan kajian yang seksama oleh Kemenkes dan dilakukan bersama Komite Imunisasi Nasional,” kata Lucia dalam Konferensi Pers Update Kasus Campak di Indonesia yang diselenggarakan secara daring di Kota Jakarta pada Jumat.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Cegah penularan masif, Menkes kebut imunisasi campak sebelum Lebaran



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026