
Semen Baturaja-Pupuk Indonesia Niaga jajaki pengembangan produk White Clay

Kerja sama ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki
Bandarlampung (ANTARA) - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menjalin kerja sama strategis dengan PT Pupuk Indonesia Niaga dalam pengembangan dan pemasaran produk white clay guna memperluas pasar serta meningkatkan nilai tambah bisnis turunan perusahaan.
"Kerja sama ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki," kata Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Suherman Yahya, dalam keterangannya, di Bandarlampung, Kamis.
Menurutnya, melalui kesepakatan tersebut, kedua perusahaan sepakat menjajaki potensi kolaborasi dalam pemasaran dan distribusi white clay, yang dinilai memiliki peluang pasar cukup luas di berbagai sektor industri.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk white clay serta memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen terus mengembangkan potensi bisnis berkelanjutan melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Bahkan kerja sama tersebut juga merupakan kelanjutan hubungan bisnis yang telah terjalin antara Semen Baturaja dengan entitas di bawah PT Pupuk Indonesia (Persero).
"Pada 2025, kami mencatat penjualan white clay kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sebanyak 30.802 ton dengan nilai transaksi mencapai Rp21,1 miliar. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator potensi pasar yang positif bagi pengembangan produk white clay di masa mendatang," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Niaga Trudo H.D menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap sinergi antarperusahaan dapat memberikan manfaat optimal, khususnya dalam pengembangan pasar dan distribusi produk.
"Sebagai langkah awal implementasi kerja sama pada 2026, penjualan white clay melalui Pupuk Indonesia Niaga ditargetkan mencapai 40.000 hingga 50.000 ton dengan estimasi nilai transaksi sekitar Rp30 miliar," kata dia
Ia mengatakan, target tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi bisnis turunan perusahaan sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pemanfaatan sumber daya yang dimiliki.
"Ke depan, kedua perusahaan akan menindaklanjuti nota kesepahaman tersebut melalui pembahasan teknis dan rencana implementasi yang lebih rinci guna memastikan kerja sama dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat," kata dia.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
