Logo Header Antaranews Lampung

BPBD Bandarlampung: Satgas gabungan siaga tangani dampak hujan lebat

Rabu, 11 Maret 2026 15:01 WIB
Image Print
Astaga Gabungan Kota Bandarlampung sedang melakukan evakuasi dampak bencana banjir. Bandarlampung, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Selain itu tim juga melakukan pemantauan di beberapa wilayah rawan genangan serta memastikan kondisi warga tetap aman

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung mengatakan satuan tugas gabungan (satgas) gabungan kota itu terus bekerja cepat dalam menangani dampak hujan lebat yang terjadi di sejumlah wilayah.

"Hujan lebat pada Selasa (10/3) sebabkan sejumlah wilayah terdampak oleh genangan air dan longsor di Bringin Jaya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung Idham Basyar di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan satgas gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas pemadam kebakaran, Satpol PP, aparat kecamatan dan kelurahan, sejak kemarin turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak.

"Dalam upaya mempercepat normalisasi kondisi di lapangan, petugas bersama masyarakat melakukan pembersihan material sampah dan lumpur yang terbawa arus air ke saluran drainase dan badan jalan," kata dia

Kemudian, lanjut dia, sampah dan material yang menyumbat aliran air diangkut menggunakan kendaraan operasional agar aliran drainase kembali lancar.

"Selain itu tim juga melakukan pemantauan di beberapa wilayah rawan genangan serta memastikan kondisi warga tetap aman," kata dia.

Idham mengatakan bahwa salah satu titik yang dilakukan pembersihan yakni di Jalan Arif Rahman Hakim, Gang H Syahri Jagabaya 3 Way Halim, Jalan Ridwan Rais Kalibalau Kencana Kedamaian, dan Jalan Dahlia Labuhan Ratu.

"Upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan respons tanggap terhadap kondisi cuaca ekstrem dan meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat," kata dia.

Ia mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air serta tetap meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi.

"Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak hujan dapat dilakukan lebih cepat sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal," kata dia.

Baca juga: Lampung targetkan pembuatan 1.000 biopori untuk atasi banjir

Baca juga: Pemkot Bandarlampung siap bantu pembiayaan untuk penanganan sungai

Baca juga: Sekda Provinsi sebut pentingnya perkuat edukasi larangan buang sampah di sungai



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026