Logo Header Antaranews Lampung

OJK Lampung dorong inklusi keuangan syariah lewat Gerak Syariah 2026

Sabtu, 28 Februari 2026 17:35 WIB
Image Print
OJK Lampung dorong inklusi keuangan syariah lewat Gerak Syariah 2026 (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Kita melaksanakan kegiatan ini untuk mensiarkan industri keuangan syariah, khususnya selama bulan Ramadhan

Bandarlampung (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah melalui kegiatan Gerak Syariah atau Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah 2026

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandi menjelaskan Gerak Syariah merupakan agenda tahunan yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya di lokasi yang sama.

"Kita melaksanakan kegiatan ini untuk mensiarkan industri keuangan syariah, khususnya selama bulan Ramadhan," ujar Otto di Bandarlampung, Sabtu.

Menurut dia, pelaksanaan tahun ini menghadirkan sejumlah program kolaboratif yang membedakan dari tahun sebelumnya. OJK Lampung menggandeng Bank Indonesia serta pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan.

Salah satu program yang telah diluncurkan sebelum pembukaan resmi adalah EPICS Ecosystem (Pusat Inklusi Keuangan Syariah) di dua pondok pesantren, yakni di Lampung Timur dan Kota Metro. Selain itu, OJK juga menginisiasi program melalui bank sampah dalam skema Epik Study.

Tak hanya itu, berbagai lomba edukatif turut digelar untuk mengenalkan industri keuangan syariah kepada masyarakat. Di antaranya lomba “Cepat-Cepat Syariah”, lomba video reels Instagram bertema industri keuangan syariah, hingga lomba dai cilik dengan tema serupa.

"Kami ingin mengenalkan keuangan syariah dengan cara yang lebih dekat dan menarik bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kolaborasi bersama Bank Indonesia, OJK Lampung juga meluncurkan program wakaf produktif. Wakaf tersebut difokuskan untuk pembangunan sumur bagi petani di wilayah Pekon Kota Waringin. Sumur ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mengairi sawah, kebutuhan masyarakat, serta fasilitas umum.

Selain itu, OJK juga menyalurkan wakaf melalui Dompet 24 untuk mendukung panti asuhan dan kegiatan ekonomi kreatif.

Otto memaparkan secara nasional tingkat literasi keuangan syariah telah mencapai 39 persen yang berarti masyarakat yang memahami produk dan layanan keuangan syariah sudah cukup tinggi.

Namun, tingkat inklusinya yakni masyarakat yang benar-benar menggunakan dan memanfaatkan layanan tersebut masih berada di angka 12 persen.

"Kalau di industri keuangan konvensional justru kebalikannya, tingkat inklusinya lebih tinggi daripada literasinya. Sementara di keuangan syariah, masyarakat yang paham lebih banyak dibandingkan yang menggunakan. Ini yang menjadi latar belakang kenapa kita adakan kegiatan ini di mal, supaya lebih mudah dijangkau," ujarnya.

Terkait target 2026, Otto menegaskan OJK berharap pangsa pasar industri keuangan syariah terus tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, pangsa keuangan syariah secara nasional masih sekitar 11 persen dari total industri keuangan.

"Lampung ini potensinya tinggi. Jumlah pondok pesantrennya terbanyak kedua di Sumatera setelah Aceh. Ekosistem pesantren itu ada santri, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Ini harusnya menjadi potensi besar untuk memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan syariah," ujarnya.

Oleh karena itu, OJK Lampung menargetkan pangsa keuangan syariah di Provinsi Lampung tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.


Baca juga: OJK Lampung catat indeks inklusi keuangan Lampung 2025 capai 80,51 persen

Baca juga: OJK periksa 32 kasus pelanggaran di pasar modal, libatkan korporasi hingga influencer

Baca juga: OJK siapkan kebutuhan data untuk penegakan hukum di pasar modal



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026