Dishut lakukan rehabilitasi mangrove seluas lima hektare di Lampung Timur

id Rehabilitasi mangrove Lampung, mangrove Lampung, Pemprov lampung

Dishut lakukan rehabilitasi mangrove seluas lima hektare di Lampung Timur

Arsip- Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Tahun ini akan lakukan rehabilitasi mangrove sekitar lima hektare di Desa Sri Minosari Kabupaten Lampung Timu

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung segera melakukan kegiatan rehabilitasi mangrove seluas lima hektare untuk memperluas wilayah tanam mangrove di daerah itu.

"Tahun ini akan lakukan rehabilitasi mangrove sekitar lima hektare di Desa Sri Minosari Kabupaten Lampung Timur," ujar Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, kegiatan rehabilitasi mangrove itu akan dilaksanakan pada November bersama dengan masyarakat. Kegiatan rehabilitasi mangrove tersebut selalu dilakukan setiap tahun di berbagai daerah pesisir Lampung.

"Sepanjang tahun ada berbagai komunitas sudah membantu melakukan rehabilitasi mangrove, bahkan adapula kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan kegiatan rehabilitasi mangrove tersebut tidak hanya dilakukan di satu titik yang sama, melainkan akan dilakukan diberbagai lokasi yang berbeda-beda.

"Namun yang penting adalah adanya kesadaran masyarakat sekitar untuk mengamankan kawasan mangrove, jangan sampai masyarakat lokal melakukan perusakan area mangrove hanya untuk budidaya ikan atau lainnya. Karena ini untuk menyelamatkan masyarakat dari abrasi, dan yang bisa merasakan manfaatnya adalah masyarakat sendiri," ucap dia.

Ia juga meminta para nelayan dan masyarakat yang bermukim di pesisir agar dapat menjaga kawasan mangrove dari aksi perusakan oleh oknum dari luar desa.

"Berdasarkan data terakhir yang kami catat kawasan mangrove di Lampung luasannya sekitar 12 ribu hektare. Namun yang masuk dalam kawasan hutan yang artinya masuk dalam hutan negara itu 1.500 hektare," tambahnya.

Menurut dia, kawasan mangrove di Lampung yang cukup luas tersebut tidak terlepas dari upaya semua pihak yang telah melakukan kegiatan rehabilitasi mangrove di berbagai tempat. Bahkan masyarakat sudah banyak yang sadar bahwa mangrove dapat menyelamatkan daerah pesisir pantai.

"Daerah pesisir pantai yang sudah terselamatkan dari abrasi contohnya di Lampung Timur, sebelumnya ada beberapa desa yang hilang beberapa kilometer karena abrasi tapi sekarang sudah mulai terlihat perbaikan dengan penanaman mangrove ada banyak pemukiman bisa terselamatkan dari abrasi," ujar dia.

Ia menjelaskan realisasi penanaman mangrove di daerahnya cukup luas dengan dibantu banyak pihak, tidak hanya mengandalkan kegiatan pemerintah.

"Yang sangat fokus dan intens itu ada dua NGO, yang saat ini sedang melakukan rehabilitasi mangrove yaitu Yayasan Gajah Sumatera dan Yayasan Gunung Madu. Keduanya sudah berkomunikasi dengan kami dan meminta beberapa titik untuk melakukan rehabilitasi mangrove," kata dia.

Baca juga: Komisi VII DPR sebut mangrove potensial dikembangkan jadi ekowisata

Baca juga: Gubernur Lampung sebut penanaman mangrove perkuat ketahanan wilayah pesisir

Baca juga: LKBN ANTARA gelar TJSL rehabilitasi mangrove di Lampung Timur

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.