Pemprov Lampung sebut KDMP jadi pengungkit ekonomi desa sesuai potensinya

id Koperasi desa merah putih, ekonomi lampung, ekonomi desa

Pemprov Lampung sebut KDMP jadi pengungkit ekonomi desa sesuai potensinya

Arsip- Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung Samsurizal Ari saat memberi keterangan. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Sebanyak 2.651 unit Koperasi Desa Merah Putih yang sudah terbentuk dan nantiĀ  beroperasi, akan ada anggotanya

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang beroperasi di berbagai desa menjadi pengungkit perekonomian desa melalui pemanfaatan potensi yang dimiliki.

"Sebanyak 2.651 unit Koperasi Desa Merah Putih yang sudah terbentuk dan nanti beroperasi, akan ada anggotanya. Kalau misalnya satu koperasi anggotanya sekitar 50 orang, maka diperkirakan akan ada 132.550 orang menjadi anggota," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung Samsurizal Ari di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan esensi utama pembentukan KDMP tersebut adalah mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah khususnya melalui desa.

"Kami meyakini apabila semua koperasi sudah melakukan kegiatan bisnisnya, pasti secara langsung akan menumbuhkan pertumbuhan ekonomi desa. Karena konsepnya kegiatan usaha dilakukan dengan memanfaatkan potensi desa. Terutama yang terkait dengan sektor pertanian yang merupakan sektor utama pendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ucap dia.

Dia menjelaskan dengan keberadaan KDMP tersebut akan menarik segala bentuk kegiatan ekonomi melalui usaha yang dilakukan di koperasi ke desa, dari sebelumnya kegiatan bisnis dominan berlangsung di luar desa terutama di perkotaan.

"Kalau ini nanti berjalan secara masif akan berimplikasi dan menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi desa. Lalu untuk koperasi yang ada di kelurahan di perkotaan tidak perlu khawatir tersaingi dengan mini market yang sudah terkemuka karena masing-masing memiliki pasar," tambahnya.

Sementara itu, menurut dia, KDMP di wilayah perkotaan akan diarahkan ke pengembangan bisnis sembako yang dibantu oleh Bulog.

"Kita harapkan justru ini menjadi sesuatu yang baik, karena semakin banyak pelaku ekonomi. Bahkan untuk koperasi yang ada di Kampung Nelayan Merah Putih atau di daerah pesisir nantinya fokus mengembangkan usaha di sektor perikanan, seperti budaya perikanan air tawar, pengembangan bidang usaha perikanan dan sebagainya," ujar dia.

Sebelumnya diketahui jumlah total KDMP di Provinsi Lampung telah mencapai 2.651 unit dan semua telah berbadan hukum. Diantara jumlah tersebut, sebanyak 200 unit sudah aktif melakukan kegiatan usaha.

Sedangkan untuk lahan yang telah lolos persyaratan untuk pembangunan gerai dan gudang KDMP ada sebanyak 211 lahan.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan III 2025 sebesar 5,04 persen (yoy), dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pertanian sebesar 7,74 persen, serta kontribusi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan sebesar 17,66 persen.

Baca juga: Pemprov sebut semua Koperasi Desa Merah Putih di Lampung telah berbadan hukum

Baca juga: Pemprov Lampung: 211 lahan penuhi syarat pendirian gedung KDMP

Baca juga: Wagub: Lampung jadi provinsi tercepat bentuk Koperasi Desa Merah Putih

Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.