Lampung Selatan (ANTARA) - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0421/Lampung Selatan (Lamsel) Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah menyebutkan peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menyalakan kembali semangat perjuangan di tengah tantangan zaman modern.
"Kini perjuangan kita berbeda. Musuh bangsa tidak lagi datang dengan senjata, tetapi dalam bentuk kemiskinan, korupsi, ketimpangan sosial, disinformasi, dan krisis moral," kata Dandim 0421/LS Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah di Kalianda Senin.
Menurut dia, bangsa Indonesia tidak boleh melupakan jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.
Ia menegaskan penghormatan kepada pahlawan harus diwujudkan dalam bentuk kerja keras dan pengabdian untuk bangsa. Hal itu sebagaimana makna dari tema Hari Pahlawan Nasional tahun ini, Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa perjuangan masa kini dilakukan dengan ilmu, empati, dan pengabdian, bukan lagi dengan bambu runcing.
Meski demikian, semangatnya tetap sama, membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
"Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan tidak pernah padam dengan bekerja, bergerak, dan berdampak," ucapnya.
Tidak hanya itu, Dandim juga mengingatkan kepada semua pihak agar tidak berhenti berjuang dan terus bergerak dalam memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.
Baca juga: Peringatan Hari Pahlawan dimaknai sebagai perjuangan melalui ilmu pengetahuan
Baca juga: Wali Kota Bandarlampung: Generasi muda harus teladani keberanian para pahlawan
Baca juga: Peringatan Hari Pahlawan, Rektor Unila serukan semangat juang
