Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung mencatat bahwa perekonomian di Provinsi Lampung dapat bertumbuh hingga 5,3-5,4 persen pada akhir 2025.
"Tanpa adanya intervensi kebijakan pada akhir 2025, perekonomian Lampung masih bisa tumbuh lebih tinggi dari 5 persen. Pertumbuhan ekonomi Lampung bisa mencapai 5,3-5,4 persen," ujar Kepala KPw BI Lampung Bimo Epyanto saat pembukaan Lampung Economic Investment Forum yang dipantau secara daring dari Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Lampung yang masih bisa meningkat di atas 5 persen sebab pada triwulan II 2025 ekonomi Lampung berhasil tumbuh positif yakni sebesar 5,09 persen dan adanya dukungan dari produksi sektor agrikultur yang kuat, serta dari sektor industri.
"Ini adalah tantangan bagi Lampung, dimana harus bisa juga mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi secara nasional yaitu sebesar 8 persen," ucap dia.
Dia menjelaskan Lampung harus memiliki share yang lebih tinggi dari sektor sekunder, yaitu dari sektor manufaktur sebagai sektor unggulan kedua penyumbang pertumbuhan ekonomi.
"Tetapi karena tulang punggung ekonomi Lampung adalah produk agrikultur, jadi strategi untuk membangun sektor manufaktur harus berfokus pada sektor manufaktur yang berhubungan dengan sektor agrikultur. Maka dapat diartikan industri manufaktur harus dikembangkan agar berkaitan dengan aktivitas sektor hilirisasi dan menghasilkan primary product (produk primer)," katanya.
Ia melanjutkan Provinsi Lampung sangat menarik untuk pengembangan bisnis, bahkan ada beberapa bank asing yang sudah beroperasi di Lampung. Hal tersebut telah menunjukkan reputasi Lampung sebagai daerah yang dipercayai untuk pengembangan ekonomi dan investasi.
"Jadi bank asing yang sudah beroperasi, aktivitas mereka masih berkaitan dengan sektor utama Lampung, yaitu sektor agrikultur. Untuk menghubungkan sektor agrikultur dengan manufaktur maka perlu dilakukan kegiatan hilirisasi," tambahnya.
Dia menjelaskan potensi besar pengembangan hilirisasi komoditi Lampung oleh para investor memiliki peluang besar. Salah satunya untuk komoditas kakao dan kopi sebagai komoditas unggul lokal Lampung.
"Agar berhasil dalam proses hilirisasi, Lampung membutuhkan lebih banyak investasi dalam hal infrastruktur, koneksi infrastruktur, dukungan di sektor energi, ekspor, hilirisasi. Dan pemerintah dapat berkontribusi untuk mengembangkan iklim yang kondusif untuk investasi dan investor masuk," tambahnya.
Menurut dia, dengan semua hal tersebut dilaksanakan dan terjaga, maka pertumbuhan ekonomi Lampung akan terus bertumbuh ke tren positif pada akhir 2025, ataupun di 2026.
