Wali Kota Bandarlampung harap relawan SAPA dapat cepat tangani KDRT

id Lampung ,Bandarlampung ,Kota Bandarlampung

Wali Kota Bandarlampung harap relawan SAPA dapat cepat tangani KDRT

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana saat memberikan keterangan. (ANTARA/Ho-Pemkot Bandarlampung)

Kami harap relawan SAPA ini dapat bergerak cepat terhadap kasus KDRT di tempat tinggal mereka masing-masing

Bandarlampung (ANTARA) - Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana berharap relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) dapat cepat tanggap dalam menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan pada anak.

"Kami harap relawan SAPA ini dapat bergerak cepat terhadap kasus KDRT di tempat tinggal mereka masing-masing," katanya di Bandarlampung, Selasa.

Guna mendukung sosialisasi dan edukasi relawan SAPA, lanjut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memberikan insentif serta rompi kepada 1.260 relawan yang telah terbentuk.

“Kami minta tolong supaya tidak ada lagi KDRT dan anak dipukul," kata dia.

Eva Dwiana menegaskan pemerintah kota sangat fokus terhadap perlindungan anak dan perempuan, sehingga para relawan inilah yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan terhadap korban kekerasan.

"Saya secara pribadi meminta kepada para relawan untuk jaga kekompakan dan kebersamaan saling mendukung satu sama lain, bila ada kesulitan laporkan segera," kata dia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kota Bandarlampung Maryamah mengatakan tugas relawan SAPA ini sebagai pelopor dan pelapor dalam pendampingan kekerasan anak dan perempuan di wilayahnya.

"Relawan SAPA ini dibentuk karena banyak kejadian kekerasan, baik perempuan dan anak, di masyarakat dimana korbannya enggan untuk melapor," kata Maryamah.

Oleh sebab itu pihaknya pun meminta kepada para relawan untuk bergerak cepat dan tanggap terhadap segala jenis KDRT di lingkungannya.

“Mereka (relawan SAPA) harus tanggap dalam pelaporan kasus kekerasan perempuan dan anak, baik kekerasan seksual maupun verbal,” kata dia.

Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.