
Lampung peroleh alokasi dana peremajaan tanaman Rp180 miliar

Provinsi Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi besar yang akan dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, ujar Abdul Roni
Bandarlampung (ANTARA) - Provinsi Lampung menerima alokasi dana peremajaan tanaman di sektor hulu dari pemerintah pusat sebesar Rp180 miliar sebagai salah satu upaya mendukung swasembada pangan di daerah.
"Provinsi Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi besar yang akan dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian," ujar Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Abdul Roni Angkat berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan peremajaan tanaman di sektor hulu tersebut memiliki alokasi anggaran sebesar Rp180 miliar. Sedangkan tahun depan akan dilakukan pembangunan pabrik pengolahan di sektor hilir.
"Kami akan membawa program hilirisasi dan investasi yang besar untuk Lampung. Hilirisasi produk pangan di bagian hulu tersebut dilakukan melalui proses peremajaan, dan dalam pelaksanaannya akan disediakan benih, jasa penanaman hingga pengolahan tanah," katanya.
Baca juga: Pemprov Lampung susun "Integrated Area Development" berbasis perhutanan sosial
Dia melanjutkan dengan bahan baku dan proses peremajaan dari hulu tersebut, maka akan membentuk ekosistem hilirisasi dari produk perkebunan seperti membentuk pabrik tapioka, pabrik kopi, pabrik cokelat, dan pabrik gula.
"Adanya hilirisasi ini, nantinya menghasilkan nilai investasi. Pada tahap awal ini, Kementerian Pertanian akan langsung melaksanakan proses hilirisasi di bagian hulu melalui proses peremajaan," ucap dia.
Ia menjelaskan dengan pengerjaan peremajaan di September, maka ditargetkan segala proses selesai di Desember.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik program peremajaan tanaman di sektor hulu dari Kementerian Pertanian di wilayahnya.
Baca juga: Lampung ekspor bubuk kopi robusta ke Hongkong senilai Rp753 juta
"Mayoritas hasil produk perkebunan dan pertanian di Lampung ini sudah diekspor ke berbagai negara dalam bentuk mentah. Hal tersebut yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Lampung sangat lamban, karena keuntungan yang didapatkan petani sangat kecil. Oleh karena itu membutuhkan hilirisasi produk," ujar Rahmat Mirzani Djusal.
Ia mengatakan Lampung sebagai daerah sentra hilirisasi produk pangan telah mulai banyak diminati pengusaha yang ingin membangun pabrik pengolahan produk pangan.
"Hasil perkebunan Lampung ini melimpah, lahannya luas, dan lokasi cukup strategis karena tidak terlalu jauh dengan Jakarta. Jadi banyak perusahaan yang ingin membangun pabrik di Lampung," ujarnya.
Baca juga: Pemprov Lampung: Budidaya kopi sistem pagar dapat tingkatkan produksi
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
