Pemprov Lampung ikuti sembilan cabang dalam Pornas XVII Korpri di Palembang

id Pornas korpri, Pemprov Lampung, asn lampung

Pemprov Lampung ikuti sembilan cabang dalam Pornas XVII Korpri di Palembang

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memimpin rapat persiapan Pekan Olahraga Nasional Korpri. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.

Atlet nasional yang masih aktif tidak diperbolehkan ikut, kecuali aparatur sipil negara (ASN) yang memang aktif berstatus sebagai pegawai.

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengikuti sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (Pornas) XVII Korpri 2025 yang akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan pada 5-11 Oktober mendatang.

"Dari 13 cabang olahraga yang dipertandingkan, Provinsi Lampung akan mengikuti sembilan cabang yakni balap sepeda, bola basket, bola voli, bulutangkis, futsal, lari lima kilometer, renang, tenis lapangan, dan tenis meja," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan berdasarkan keterangan di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan pemilihan sembilan cabang olahraga tersebut dilakukan dengan pertimbangan efisiensi anggaran sekaligus peluang meraih medali.

"Sudah dilakukan rapat yang membahas tahapan pendaftaran, seleksi atlet, hingga rencana teknis keberangkatan kontingen. Sesuai ketentuan, pendaftaran peserta dilakukan melalui laman siborapornas.id mulai 11 Agustus hingga 25 September 2025," katanya.

Marindo menegaskan semua pihak dalam pelaksanaan semua proses dapat selalu mematuhi ketentuan yang berlaku.

"Atlet nasional yang masih aktif tidak diperbolehkan ikut, kecuali aparatur sipil negara (ASN) yang memang aktif berstatus sebagai pegawai. Prinsipnya, kami ingin kontingen Lampung benar-benar fokus pada cabang olahraga yang potensial, sehingga tidak sekadar ikut, tetapi bisa berprestasi,” ucap dia.

Meski kegiatan tersebut tidak dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), Pekan Olahraga Nasional Korpri merupakan agenda rutin yang seharusnya masuk dalam perencanaan keuangan daerah.

Oleh karena itu, menurut dia, dana Korpri yang bersumber dari iuran ASN harus dikelola secara bijak.

"Penggunaan dana harus efektif dan efisien, serta tetap menjaga amanah iuran ASN yang dikumpulkan," katanya.


Baca juga: KONI sebut Lampung miliki potensi untuk olahraga prestasi

Baca juga: Menpora sebut Bhayangkara FC di Lampung pemerataan industri olahraga

Baca juga: Lampung beri bonus Rp375 juta atlet Paralimpiade berprestasi

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.