Terpikat pesona Pantai Kenawa bak kolam renang

id pantai,kenawa,sumbawa

Terpikat pesona Pantai Kenawa bak kolam renang

Imelda (kiri) wisatawan bersama temannya menikmati indahnya lautan bak seperti kolam renang menuju Pulau Kenawa (belakang), di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Jalan-jalan ke berbagai tempat di Nusa Tenggara Barat, pantai selalu menjadi destinasi yang banyak dimintai untuk dikunjungi.

Ada banyak deretan pantai indah yang bisa memikat wisatawan di Pulau Lombok. Tapi, jangan sampai ketinggalan Pulau Sumbawa juga memiliki banyak wisata pantai dengan pemandangan menawan.

Salah satunya pantai yang paling dekat dengan Pulau Lombok adalah pantai di Pulau Kenawa, pantai dengan pasir putih ini mengelilingi sebuah pulau yang tidak berpenghuni.

Pulau Kenawa memiliki luas sebesar 15 hektar dengan garis pantai membentang sejauh sekitar 1,73 kilometer terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama ini Pulau Kenawa identik dengan wisata bukit dan padang savananya, namun ternyata pantainya tidak kalah menarik, tenang dan bersih.

Diyakini kalau sudah sampai di Pantai Kenawa, anda tidak bisa melewatkan kesempatan terjun mandi ke laut atau untuk sekedar berendam di pantai tersebut.

"Saking bening airnya, kita bisa melihat ikan dan binatang bawah laut dengan mata telanjang," kata Imelda salah satu wisatawan yang menikmati Pantai Kenawa.

Keindahan lautnya masih yang masih terjaga, cocok untuk snorkeling agar wisatawan puas melihat warna-warni terumbu karang, ikan dan berbagai jenis binatang laut lainnya yang akan membuat anda berlama-lama di tengah laut.

"Kalau kita bersnorkeling, rasanya seperti berada di dalam akuarium raksasa," katanya.

Sementara untuk urusan bilas, wisatawan tidak perlu khawatir sebab di Pulau Kenawa sudah ada fasilitas "berugak" atau gazebo tempat beristirahat atau shalat, serta toilet umum gratis yang relatif cukup bersih sebagai tempat bilas.

Namun, untuk menggunakan fasilitas tersebut anda hanya perlu membeli air bersih yang dijual per galon. Satu galon dihargai Rp15.000 oleh penjual warung yang ada di Kenawa.

Di Pulau Kenawa hanya ada satu warung yang menyediakan berbagai minuman terutama kopi, serta makanan bagi wisatawan yang tidak membawa bekal.

"Jadi kita tidak perlu khawatir kelaparan selama berada di Kenawa," katanya.

Bahkan jika seharian anda belum merasa puas melihat melihat warna-warni terumbu karang, ikan dan berbagai jenis binatang laut lainnya, anda bisa menginap di Kenawa.

Tapi tentunya menginap dengan berkemah menggunakan tenda, sebab di Pulau Kenawa merupakan pulau yang tidak berpenghuni jadi tidak ada penginapan khusus.

Saat cuaca bersahabat, setiap akhir pekan Kenawa selalu menjadi tujuan untuk wisata berkemah, dan paginya bisa menikmati matahari terbit.

Akses menuju Pulau Kenawa cukup mudah, dari Kota Mataram membutuhkan waktu sekitar empat jam, termasuk perjalanan menyeberang dari Pelabuhan Kayangan, Pulau Lombok menuju Pelabuhan Poto Tano, Pulau Sumbawa.

Menurut Imelda, dari Mataram dengan perjalanan darat sekitar dua jam menuju Pelabuhan Kayangan, kemudian naik kapal feri menuju Pelabuan Poto Tano, Sumbawa, dengan waktu tempuh kira-kira dua jam.

Setelah sampai di Pelabuhan Poto Tano, wisatawan menuju dermaga penyeberangan ke Pulau Kenawa dengan jarak sekitar 200-300 meter dari pelabuhan.

"Selanjutnya, kita harus sewa perahu nelayan menuju Pulau Kenawa sekitar 20 menit. Tarif sewa perahu sekitar Rp220.000-250.000," katanya.

Jangan khawatir, katanya, tarif tersebut merupakan tarif pulang pergi. Artinya, selama berada di Pulau Kenawa anda bisa ditunggu atau ditinggal kemudian minta dijemput saat sudah mau balik.



Bukit Kenawa

Selain menyajikan pemandangan air laut yang seperti kolam renang, di tengah Pulau Kenawa ada bukit kecil yang cocok digunakan untuk menikmati matahari terbit di pagi hari dan matahari terbenam di sore hari, serta bintang di malam hari.

Bukit kecil itu menjadi ikon Pulau Kenawa dengan pemandangan padang rumput yang berwana kehijauan saat musim hujan. Sedangkan ketika musim kemarau, padang rumput berubah menjadi padang savana yang kuning gersang.

Kendati demikian, perubahan warna itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.

Bahkan, mereka yang sudah datang saat padang rumput berwarna hijau, ingin datang lagi ketika berwarna kuning gersang. Begitu sebaliknya

"Kalau bisa memilih, saya lebih suka liat Pulau Kenawa ketika berwarna kuning gersang," kata Azma salah satu wisatawan lainnya.

Menurutnya Azma, yang sudah beberapa kali ke Pulau Kenawa, padang savana berwarna kuning gersang memberikan daya tarik tersendiri karena ketika berada di tengah-tengah seperti berada di satu tempat yang jauh bukan di Sumbawa.

Bukit kecil di tengah Pulau Kenawa juga bisa didaki, namun tetap harus berhati-hati sebab selain memiliki kemiringan sekitar 85 derajat, kondisi tanahnya cukup licin.

"Saat kita berada di puncak bukit Kenawa, kita bisa melihat padang savana dan lautan lepas yang sangat cantik sekali," katanya.

Keindahan laut yang tenang, wisata bawah laut yang luar biasa, bukit dan lainnya di Pulau Kenawa membuat wisatawan ingin kembali lagi, dan lagi ke pulau itu.

Sementara warga setempat Zam-Zam, berharap keberadaan ikon Pulau Kenawa berupa bukit sejauh ini sudah cukup mampu menarik wisatawan penasaran ke pulau ini.

Tapi sayangnya, ikon jembatan yang tadinya sebagai dermaga perahu nelayan saat ini kondisinya sudah rusak sehingga perahu nelayan yang datang kini tidak bisa lagi memanfaatkan dermaga tersebut.

Begitu juga wisatawan yang datang, bisanya begitu turun perahu langsung melintasi dan mengabadikan diri di jembatan dermaga itu. Kini jembatan dermaga itu, hanya digunakan wisatawan untuk turun atau loncat ke laut sebelum bersnorkeling.

"Kita berharap dermaga di Pulau Kenawa bisa diperhatian dan diperbaiki lagi, agar bisa berfungsi kembali," katanya berharap.*
 
Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2022