IDI Bandarlampung minta ada sanksi tegas bila tidak terapkan Pedulilindungi

id Lampung,IDI,Bandarlampung,Peduli Lindungi

IDI Bandarlampung minta ada sanksi tegas bila tidak terapkan Pedulilindungi

Penggunaan scanner Aplikasi PeduliLindungi oleh salah seorang pegawai di Bandarlampung. Rabu, (1/12/2021). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) -  Dewan Pembina Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandarlampung meminta agar ada sanksi tegas dari pemerintah terhadap tempat usaha atau instansi yang tidak menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

"Saya lihat banyak tidak jalan penggunaan Pedulilindungi baik di kantor-kantor pemerintah mal atau tempat lainnya," kata Anggota Dewan Pembina IDI Bandarlampung, dr Aditya M Biomed, di Bandarlampung, Rabu.

Menurutnya aplikasi PeduliLindungi ini sangat bagus karena dapat melihat riwayat perjalanan seseorang dari mana saja dan sebagainya sehingga akan lebih aman saat berinteraksi dengan sesama.

"Penggunaannya kan mudah tidak sampai satu menit hanya tinggal scan saja, tapi inilah kebiasaan buruk bangsa kita bisa buat aturan tapi penerapan dan pelaksanaannya tidak dipantau," katanya.

Mantan ketua IDI Bandarlampung itu pun menegaskan jangan sampai aplikasi PeduliLindungi ini hanya sebagai aksesoris saja karena memang tidak ada hukuman atau sanksi yang dikenakan bila tidak menerapkannya.

"Ini saya lihat cuma kayak aksesoris saja karena memang tidak ada hukumannya bahkan masyarakat yang tidak melakukan scanner bisa masuk ke mal, instansi atau perbankan padahal ini sangat baik," kata dia.

Ia pun mendorong pemerintah setempat agar lebih tegas dan bila perlu memberikan sanksi kepada mereka yang tidak menerapkan scanner PeduliLindungi.

"Kita inginnya pemerintah lebih tegas, kalau ada yang tidak serius bisa saja dikenakan hukuman, karena ini kan melindungi masyarakat juga," kata dia.

 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2022