Sampaikan asa di ujung Lebak, usaha Dompet Dhuafa bersama lima mitra demi pendidikan Indonesia

id Dompet Dhuafa

Sampaikan asa di ujung Lebak, usaha Dompet Dhuafa bersama lima mitra demi pendidikan Indonesia

Sampaikan asa di ujung Lebak, usaha Dompet Dhuafa bersama lima Mitra Demi Pendidikan Indonesia. Foto Antara/HO-Dompet Dhuafa

Sekolah ini berdiri tahun 1982. Jumlah siswa ada 94 siswa. Kini, alhamdulillah sekolah kami berjalan normal namun seperti biasa sesuai aturan dan kebijakan. Kami bahu membahu mencerdaskan pendidikan di desa ini, sebut Hasan

Lebak (ANTARA) - Menempuh sekitar 5 (lima) jam perjalanan jalur darat dari Gedung Filantropi Jakarta Selatan, tim Dompet Dhuafa bertandang ke Kampung Cimaung, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (18/11/2021) untuk menyalurkan amanah berupa donasi bantuan pendidikan berupa school kit kepada para siswa SDN 3 Leuwidamar dalam program Sekolah Literasi Indonesia (SLI).

Amanah tersebut merupakan hasil sinergi Dompet Dhuafa bersama PT. Inti Atsiri Indonesia (Bio Tanamu), PT. Intermedia Multibahasa Indonesia (Lingotalk), PT. Amanah Sinergi Sumber Berkah (Cloud Books Publishing), PT. Sentral Kreasi Kencana (Hala Gold), dan PT. Expander Kapital Indonesia (Expandana).

Dalam perjalanannya, tim Dompet Dhuafa melewati sebuah jembatan di Kecamatan Sajira, yang pada awal tahun 2020 lalu sempat rusak diterjang derasnya banjir bandang dan longsor kala itu. 

Mendekati lokasi tujuan di Kampung Cimaung, tim menyusuri sebuah jembatan gantung kecil untuk menyeberangi sungai, pun melalui jalur terjal di sana.

Para guru, siswa, juga orang tua murid, dari SDN 3 Leuwidamar menyambut tim Dompet Dhuafa dengan suka cita. Mereka merangkai ragam giat sebelum paket school kit dibagikan. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pembacaan puisi oleh siswa, terlantun membuka giat tersebut. Tak ketinggalan, hiburan dongeng dari para siswa juga ditampilkan setelahnya.

Sebelum tim Dompet Dhuafa membagikan donasi school kit itu, Kepala Sekolah SDN 3 Leuwidamar, Hasan, turut menyampaikan apresiasinya. 

Hasan mengatakan bahwa, selama dua tahun mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah di SDN 3 Leuwidamar. Ia bersama tujuh guru SDN 3 Leuwidamar diterpa cobaan berupa pandemi COVID-19 dan terpaksa harus melaksanakan giat belajar-mengajar secara tatap muka 50 persen siswa.

“Sekolah ini berdiri tahun 1982. Jumlah siswa ada 94 siswa. Kini, alhamdulillah sekolah kami berjalan normal namun seperti biasa sesuai aturan dan kebijakan. Kami bahu membahu mencerdaskan pendidikan di desa ini,” sebut Hasan.

“Bahwa kita di sini tetap akan bekerja dengan hati, dan ini yang tambah menggembirakan saya. Sudah kurang lebih dua bulan berjalan, kami antusias menerima bimbingan dari SLI. Supaya perubahan antara siswa kita dukung dan kembangkan dari ragam prestasinya. Terima kasih sudah datang mengunjungi kami yang jauh di sini,” sambungnya.

Dian Sukma selaku Penanggung Jawab dari Strategic Corporate Partnertships Dompet Dhuafa, kepada para guru, siswa, juga orang tua murid SDN 3 Leuwidamar menyampaikan bahwa ini adalah amanah kerja sama dari mitra-mitra, yang tak lain merupakan ikhtiar juga harapan, agar adik-adik tetap terjaga dan selalu semangat dalam menimba ilmu dan kelak bermanfaat.

TENTANG DOMPET DHUAFA
Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam Pelayanan, Pembelaan dan Pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 28 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.
 
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2022