Norwegia kritik Qatar atas penangkapan dua wartawan asal Norwegia

id Norwegia,Qatar,Piala Dunia

Norwegia kritik Qatar atas penangkapan dua wartawan asal Norwegia

Mantan pesepak bola Prancis Marcel Desailly, CEO Hublot Ricardo Guadalupe dan Presiden FIFA Gianni Infantino berpose bersama jam Piala Dunia dalam acara satu tahun sebelum kickoff Piala Dunia Qatar 2022, di Corniche Fishing Spot, Doha, Qatar, pada Minggu (21/11/2021). ANTARA/REUTERS/Ibraheem Al Omari/am.

Penangkapan wartawan NRK di Qatar tidak dapat diterima. Pers yang bebas sangat penting untuk demokrasi yang berfungsi, kata Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere

Oslo (ANTARA) - Dua wartawan Norwegia ditangkap oleh polisi di Qatar minggu ini dan ditahan selama sekitar 30 jam, kata bos mereka pada Rabu, yang membuat perdana menteri Norwegia mengkritik negara Teluk itu.

Wartawan Halvor Ekeland dan Lokman Ghorbani berada di Qatar untuk melaporkan persiapan Piala Dunia FIFA 2022, kata penyiaran publik NRK.

Penyelenggaraan turnamen sepak bola empat tahunan di Qatar itu, yang pertama oleh negara Timur Tengah, telah menjadi kontroversi. Kondisi pekerja migran, hak LGBTQ+ dan tuduhan korupsi di Qatar menjadi tersorot akibat kontroversi itu.

"Penangkapan wartawan NRK di Qatar tidak dapat diterima. Pers yang bebas sangat penting untuk demokrasi yang berfungsi," kata Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere dalam sebuah cuitan.

Ekeland dan Ghorbani dibebaskan pada Selasa (23/11) dan meninggalkan negara itu tak lama kemudian, kata NRK. Namun peralatan mereka telah disita, tambah saluran penyiaran tersebut. Kedua wartawan itu tiba di Oslo pada Rabu pagi.

Qatar membela diri atas penangkapan itu, seraya menambahkan bahwa para wartawan itu ditahan menyusul pengaduan pelanggaran oleh pemilik properti pribadi.

"Mereka diberikan semua izin syuting yang mereka minta sebelum kedatangan mereka dan ditawari pertemuan dengan pejabat senior pemerintah dan pihak ketiga," kata kantor komunikasi pemerintah Qatar dalam sebuah pernyataan.

"Kebebasan ini, bagaimanapun, tidak mengesampingkan penerapan hukum umum, yang secara sadar dan sengaja dilanggar oleh kru tersebut," tambahnya.

Pemain dari Jerman, Belanda, dan Norwegia sebelum kualifikasi Piala Dunia mengenakan kaus untuk menyuarakan keprihatinan atas hak asasi manusia di negara tuan rumah.

Qatar menyatakan pihaknya telah mencapai kemajuan soal hak asasi manusia, termasuk dengan melakukan reformasi perburuhan baru-baru ini, tetapi juga memperingatkan bahwa ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Presiden FIFA Gianni Infantino telah mempertahankan keputusan oleh badan sepak bola untuk memberikan kesempatan kepada Qatar untuk menggelar turnamen itu. Pada Minggu (21/11), FIFA juga mendorong penggemar dan kalangan lain untuk menghadiri ajang Piala Dunia  tersebut.

Norwegia gagal melaju ke kompetisi Piala Dunia 2022.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021