Swedia akan beri "booster" COVID-19 pada semua orang dewasa

id Swedia ,vaksin booster,COVID-19

Swedia akan beri "booster" COVID-19 pada semua orang dewasa

Arsip--Menteri Kesehatan dan Urusan Sosial Swedia Lena Hallengren memberikan keterangan media mengenai situasi penyakit virus corona (COVID-19), di kantor pusat pemerintah di Stockholm, Swedia, Selasa (3/11/2020). (Jessica Gow/TT News Agency/via REUTERS/HP/djo)

Anda bisa ikut membantu dengan tinggal di rumah saja kalau sedang sakit atau dengan menjalani vaksinasi, kalau belum, dan disuntik vaksin booster kalau Anda ditawari

Stockholm (ANTARA) - Swedia akan secara bertahap memberikan vaksin penguat (booster) anti COVID-19 pada semua orang dewasa di Swedia setelah lonjakan kasus terjadi di mana-mana di Eropa, kata pejabat pemerintah dan kesehatan, Rabu.

Suntikan vaksin booster jenis mRNA telah ditawarkan kepada orang-orang berusia 65 tahun ke atas di Swedia.

Kalangan penerima booster akan diperluas pada kelompok-kelompok lainnya. Pemerintah juga berupaya membujuk sejumlah besar warga yang masih belum divaksin agar menjalaninya.

"Kita dihadapkan dengan musim dingin yang tak menentu," kata Menteri Kesehatan Lena Hallengren pada acara jumpa pers.

"Anda bisa ikut membantu dengan tinggal di rumah saja kalau sedang sakit atau dengan menjalani vaksinasi, kalau belum, dan disuntik vaksin booster kalau Anda ditawari."

Kerangka waktu pemberian vaksin penguat itu belum dipastikan.

Badan Kesehatan Swedia mengatakan booster selayaknya ditawarkan enam bulan setelah suntikan dosis kedua.

Pemberian vaksin booster kemudian akan diprioritaskan bagi kelompok rentan dan warga berusia di atas 50 tahun.

Setelah itu, booster direncanakan diberikan pada semua warga Swedia berusia 18 tahun ke atas.

Swedia telah menghapus hampir semua pembatasan terkait pandemi COVID-19 ketika vaksinasi sudah dilakukan pada penduduk dalam jumlah besar awal tahun ini, juga karena tingkat infeksi COVID di negara Nordik itu menurun.

Tidak seperti negara-negara tetangganya di Eropa, Swedia sejauh ini tidak mengalami gelombang baru infeksi.

Angka orang yang dirawat di rumah sakit akibat COVID-19 juga tetap relatif rendah. Namun, ada berbagai pertanda bahwa laju pandemi tersebut bisa meningkat lagi.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021