Penganiaya pelajar di Bogor hingga tewas bertambah jadi enam tersangka

id Tawuran Antarpelajar ,Tersangka Penganiaya Pelajar ,Polres Sukabumi,Kabupaten Sukabumi,Satreskrim Polres Sukabumi,Pelaja

Penganiaya pelajar di Bogor hingga tewas bertambah jadi enam tersangka

Personel Satreskrim Polres Sukabumi saat menunjukkan barang bukti berbagai jenis senjata tajam yang digunakan para tersangka sehingga menewaskan seorang pelajar asal Bogor saat tawuran antarpelajar di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Bangkongreang, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar. ANTARA/Aditya Rohman

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Terduga pelaku penganiayaan pelajar hingga tewas saat tawuran antarpelajar di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Bangkongreang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat (19/11) bertambah menjadi enam tersangka.

"Saat ini kami sudah menangkap enam tersangka yang diduga menjadi pelaku penganiayaan hingga tewas terhadap pelajar asal Bogor berinisial FMD (16)," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila kepada wartawan, di Sukabumi, Selasa.

Menurut Rizka, penangkapan keenam tersangka ini berkat informasi dan keterangan dari sejumlah saksi, kemudian olah tempat kejadian perkara (TKP) dan juga rekaman video amatir tawuran antarpelajar di Desa Benda, Kecamatan Cicurug yang beredar di media sosial.

Kemudian pihaknya mencocokkan rekaman video tersebut dan ternyata benar, rekaman itu merupakan kejadian tawuran pelajar yang menewaskan seorang siswa SMK asal Bogor yakni FMD.

Setelah mendapatkan berbagai informasi, tim Satreskrim Polres Sukabumi kemudian mengembangkan dan mendapatkan info keberadaan para terduga pelaku yang melakukan penganiayaan hingga korbannya tewas.



Tidak berselang lama enam tersangka berhasil diciduk di salah satu rumah di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dari enam tersangka lima di antaranya masih di bawah umur.

Dia menyebutkan ternyata dari hasil pemeriksaan tidak seluruh tersangka merupakan pelajar, ada yang sudah putus sekolah dan baru lulus. Dari tangan mereka polisi menyita barang bukti sejumlah senjata tajam yang digunakan saat tawuran itu.

"Ternyata korban tidak hanya sekali mendapatkan sabetan senjata tajam dari para tersangka, tetapi beberapa kali sesuai hasil autopsi yang ditemukan luka bacokan di punggung, pinggang dan kaki, namun yang menyebabkan kematian adalah luka tusukan di punggung yang menembus paru-paru korban," ujarnya pula.

Rizka mengatakan meskipun pelajar yang terlibat tawuran tersebut bukan berasal dari sekolah di Sukabumi, tapi karena lokasi kejadian di wilayah hukum Polres Sukabumi, sehingga penanganannya dilakukan oleh pihaknya.

Pada tragedi ini, oknum pelajar dari dua sekolah berbeda tersebut telah sepakat atau janjian bentrok di wilayah Kabupaten Sukabumi, setelah itu mereka langsung berhadapan dan saling serang mengakibatkan satu pelajar peserta tawuran tersebut tewas.

Pada kasus ini, Polres Sukabumi menjerat enam tersangka dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 80 ayat 3 dengan ancaman kurungan penjara maksimal 12 tahun. "Kami masih mengembangkan kasus ini," katanya pula.

 
Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2021