Lampung Selatan berhasil pertahankan status PPKM Level 2

id lampung, lampung selatan

Lampung Selatan berhasil pertahankan status PPKM Level 2

Lampung Selatan berhasil pertahankan status PPKM Level 2 (ANTARA/HO-Pemkab Lamsel)

Jika kita mampu mengejar herd immunity (capaian vaksin 70 persen), aktivitas kehidupan di masyarakat tentunya akan lebih longgar. Geliat ekonomi akan lancar. Terlebih, kita akan melaksanakan pesta demokrasi, pemilihan kepala desa serentak pada 28 Okt

Bandarlampung (ANTARA) - Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Lampung Selatan masih tetap berada di level 2, hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2021 yang mulai berlaku pada 19 Oktober sampai dengan 8 Nopember 2021.

Dalam Inmendagri sebelumnya Nomor 48 Tahun 2021 mensyaratkan, apabila status PPKM daerah tersebut berada di level 2, capaian vaksinasi dosis 1 minimal 50 persen. Sedangkan untuk berada di level 1 atau herd immunity, capaian vaksinasi dosis 1 harus sudah 70 persen.

Sementara, capaian vaksinasi Kabupaten Lampung Selatan berdasarkan data yang bersumber dari KPCPEN versi NIK pertanggal 19 Oktober 2021 pukul 05.30 WIB menyebutkan, vaksin dosis 1 mencapai 56,37 persen (436.745) sasaran dari 774.818 sasaran vaksinasi seluruhnya. Sedangkan vaksin dosis 1 untuk lansia baru mencapai 33,71 persen (24.651) sasaran dari 73.134 sasaran seluruhnya.

Atas capaian target minimal tetap berada di level 2, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang tinggi kepala seluruh tim serta usur lainnya seperti TNI/Polri serta pemangku kepentingan yang telah bekerja keras, bahu-membahu untuk mengejar target capaian vaksinasi di Lampung Selatan.

Baca juga: Kejar target herd immunity, Pemkab Lampung Selatan launching gebyar vaksinasi COVID-19 di 17 kecamatan

“Kita semua sudah bekerja keras, bahkan para nakes door to door mendatangai sasaran vaksin lansia hingga ke pelosok dusun. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Bupati Lampung Selatan.

Namun, Nanang berpesan, meskipun Lampung Selatan mampu mempertahankan tetap berada di level 2, seluruh jajaran diminta tidak boleh kendor, tetap menjaga protokol kesehatan serta terus melakukan giat vaksinasi untuk mengejar herd immunity (kekebalan kelompok) atau capaian vaksinasi dosis 1 sebesar 70 persen.

Ia menambahkan, vaksinasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, bukan tanggungjawab para nakes, tetapi merupakan tanggungjawab semua pihak, termasuk masyarakat itu sendiri.

“Jika kita mampu mengejar herd immunity (capaian vaksin 70 persen), aktivitas kehidupan di masyarakat tentunya akan lebih longgar. Geliat ekonomi akan lancar. Terlebih, kita akan melaksanakan pesta demokrasi, pemilihan kepala desa serentak pada 28 Oktober 2021. Anggaran juga tidak direfocussing jika status PPKM kita berada di zona hijau. Pembangunan infrastruktur dapat segera berjalan jika tidak direfocussing,” jelas Nanang.

Baca juga: Bupati Lamsel minta dibentuk posko di tiap kecamatan untuk layani vaksinasi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Joniansyah bersyukur daerahnya mampu mempertahankan status PPKM tetap berada di level 2.

Namun demikian, Joni mengisyaratkan, pihaknya akan tetap bekerja keras untuk mengejar target capaian 70 persen vaksin dosis 1 untuk menuju (kekebalan kelompok.

“Alhamdulillah, kita tetap berada di level 2. Terima kasih untuk seluruh tim. Kita semua sudah bekerja keras. Para nakes turun ke lapangan, menjemput sasaran dari pintu ke pintu tak kenal lelah, baik pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Kami kompak banget, alhamdulillah,” ujar Joni.

Namun demikian, ia menjelaskan pihaknya beserta tim tetap melaksanakan giat vaksinasi, terutama untuk lansia.

“Pagi ini seluruh puskesmas akan lebih vakus ke vaksin lansia yang memang agak sedikit sulit dan capainnya belum memenuhi target. Kita akan tetap bekerja, target sebelumnya bahwa capaian vaksinasi 70 persen di bulan Desember, dengan terus bekerja, beguyur, target menuju kekebalan kelompok dapat terealisasi di bulan November,” ungkap Joni.

Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021