4.260 warga Rejang Lebong terima BLT DD

id Rejang Lebong ,dana desa ,BLT ,COVID-19

4.260 warga Rejang Lebong terima BLT DD

Pembagian BLT dana desa di Kabupaten Rejang Lebong belum lama ini. (dok.Antarabengkulu.com)

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan sebanyak 4.260 warga tidak mampu di daerah itu menerima bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Rejang Lebong Suradi Rifai di Rejang Lebong, Jumat, mengatakan sebanyak 4.260 warga tidak mampu atau disebut keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut tersebar dalam 122 desa dengan total pembayaran per bulan mencapai Rp1,278 miliar.

"Jumlah penerima BLT dana desa di Kabupaten Rejang Lebong ini sebanyak 4.260 KPM dengan total anggaran satu tahunnya mencapai Rp15.336.000.000, atau per bulan sebesar Rp1.278.000.000, " kata dia.

Penyaluran BLT dana desa itu sendiri disalurkan melalui masing-masing desa yang menerimanya, setiap KPM menerima bantuan tunai senilai Rp300.000 untuk satu tahun anggaran di mana penyalurannya diawasi oleh petugas TNI/Polri dan pihak lainnya.

"Untuk penyalurannya BLT dana desa ini pada tahap dua pencairan dana desa harus sudah sampai bulan September, dan untuk penyaluran dana desa tahap tiga nantinya untuk pembayaran Oktober sampai Desember," terangnya.

Penggunaan dana desa untuk penyaluran BLT yang diberikan kepada masyarakat tidak mampu akibat pandemi COVID-19 itu sendiri, kata dia, diluar anggaran 8 persen yang siapkan masing-masing desa untuk penanganan COVID-19.

"Kalau anggaran penanganan COVID-19 masing-masing desa sudah disiapkan anggaran 8 persen dari jumlah dana desa yang diterima, total anggaran penanganan COVID-19 pada 122 desa di Rejang Lebong sebesar Rp9.249.732.259," tambah dia lagi.

Anggaran penanganan COVID-19 yang diambil dari dana desa ini disiapkan untuk kegiatan selama satu tahun berjalan yang digunakan untuk penyemprotan, pembelian APD, penyiapan rumah isolasi dan lainnya.
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021