Startup asal Depok Bee Well meraih penghargaan Innovation Showcase di Prancis

id UI,Bee well,Wakil wali kota depok,Imam budi hartono,startup

Startup asal Depok Bee Well meraih penghargaan Innovation Showcase di Prancis

Startup asal Depok Bee Well raih penghargaan “Innovation Showcase”. ANTARA/HO

Bangga Bee Well yang merupakaan binaan Pemkot Depok, bisa menembus dunia global

Depok (ANTARA) - Perusahaan rintisan (startup) yang didirikan alumni Universitas Indonesia, Bee Well yang merupakan platform digital sekolah meraih penghargaan “Innovation Showcase” oleh Health, Wellness & Society Network dalam ajang konfrensi ilmiah ke-11 yang diselenggarakan di Universitas Sorbonne, Paris, Prancis.

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono dalam keterangannya, di Depok, Rabu menyatakan bangga Bee Well yang merupakaan binaan Pemkot Depok, bisa menembus dunia global.

Tema besar yang diangkat dalam konfrensi ilmiah di Paris ini adalah pentingnya memajukan kesehatan serta kesetaraan dalam kerangka perspektif global, yang relevan dengan kondisi sekolah serta tantangan proses belajar mengajar menghadapi kondisi pandemi saat ini.

Menurut Imam, keberhasilan Bee Well menembus ajang konferensi ilmiah internasional di Paris, diharapkan  dapat memperkenalkan konsep terobosan baru yang menjamin aspek kesehatan dan keamanan dalam proses belajar-mengajar serta mampu mengangkat kearifan nusantara.

Sales Manager Bee Well Citra Natasya mengatakan konsep Indeks Kesehatan Sekolah (IKS) ditemukan pertama kali di dunia oleh Bee Well dari hasil penelitian yang mendalam selama lebih dari tiga tahun.

Pandemi COVID-19 yang tidak terduga terjadi sejak awal tahun 2020 telah memaksa banyak sekolah di dunia untuk menutup aktivitasasnya dan beralih menjadi daring (online).

Penelitian dari para ahli dunia menemukan bukti kuat bahwa penutupan sekolah mampu mengurangi penularan virus serta mengendalikan pandemi.

Namun demikian, efek dari pola pengajaran daring ini mengakibatkan perubahan besar dalam proses belajar mengajar karena secara tetiba pembelajaran yang semula tatap muka menjadi daring.

Ada fundamental shock yang terjadi katanya, meskipun berhasil dalam pengendalian pandemi, namun proses belajar mengajar menjadi tidak sempurna karena ketidak siapan siswa, guru, orang tua, kurikulum serta kurang memadainya kondisi infrastruktur ditambah lagi besarnya kebutuhan biaya untuk pembelajaran daring.

Sebelum konfrensi di Paris, Bee Well juga berhasil mengikuti ajang Korea K-Startup Grand Challenge 2021.

Sementara itu, Staff Riset dari Bee Well, Felicia Fransius yang juga mahasiswi Teknik Kimia Universitas Indonesia (UI) menambahkan  berdasarkan survei di kota-kota besar di Indonesia, 78 persen responden memilih pembelajaran online karena jaminan kesehatan dan keselamatan sekolah di Indonesia yang masih belum memadai, namun responden juga percaya bahwa proses belajar mengajar yang ideal harusl dilakukan secara tatap muka.

Oleh karena itulah konsep Indeks Kesehatan Sekolah (IKS) diperkenalkan untuk menjamin proses belajar secara tatap muka sekaligus kesehatan dan keamanan sekolah.

Algoritma IKS dikembangkan oleh Theresia Evelyn mahasiswi asal UI dengan pendekatan konsep manajemen risiko sehingga nantinya status kesehatan siswa, guru dan keamanan sekolah dapat diakses secara real-time, transparan serta terukur. Integrasi antara parameter kesehatan siswa, guru, kurikulum sehat serta kondisi infrastruktur sekolah dinamai sebagai ketahanan sekolah.

Acara konfrensi ilmiah Health, Wellness and Society ke-11 di Paris ini dihadiri oleh 1000-an peserta baik peneliti, tenaga akademik serta pemerhati kesehatan dari berbagai negara dan diselenggarakan secara tatap muka dan daring.
Baca juga: Ini karakteristik Startup yang disukai para investor
Baca juga: Kemenparekraf sebut kolaborasi kunci utama perkuat ekosistem ekonomi digital

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021