Itera bahas cara menjadi mahasiswa aktif dan kreatif di masa pandemi

id lampung, Itera

Itera bahas cara menjadi mahasiswa aktif dan kreatif di masa pandemi

Itera bahas cara menjadi mahasiswa yang aktif dan kreatif di masa pandemi (Antaralampung/ITERA)

Jika tidak mau menjadi mahasiswa aktif dan berprestasi dengan alasan mahasiswa berhutang kepada negara melewati anggaran pendidikan, maka lakukanlah dengan alasan untuk kedua orangtua kita, sehingga kita bisa mengukir senyum di bibir kedua orangtua,

Bandarlampung (ANTARA) - Program Studi Teknologi Industri Pertanian (Prodi TIP) dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (Himagrin) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyelenggarakan webinar bertajuk “Becoming a Creative Student in Time of Pandemic” atau Menjadi Mahasiswa Aktif dan Kreatif Di Masa Pandemi.

Kegiatan ini diikuti 265 peserta yang terdiri dari mahasiswa aktif Teknologi Industri Pertanian dan umum tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu CEO PT. Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa Putra Hadriyono, Randi Swandaru, dan HR Manager PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk – Garuda Indonesia Group, Berlian Leona Singarimbun.

Koordinator Program Studi Teknologi Industri Pertanian Endo Pebri Dani Putra, S.TP., M.P. dalam sambutannya  menyampaikan bahwa dalam kondisi pandemi, banyak sekali sektor terdampak, salah satunya sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan dengan cara konvensional (tatap muka langsung) menjadi kegiatan dalam jaringan.

Pada sesi pemaparan materi, CEO PT. Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa Putra Hadriyono, berbagi kisah dan pengalamannya memulai usaha reductant pestisida yang berawal dari mengikuti proyek-proyek dari kampus hingga mengikuti kompetisi. Kukuh mulai menerapkan ilmu-ilmu yang didapatkannya tentang bagaimana mengurangi pestisida. Ia menjelaskan investasi produksi pestisida sangat besar serta biodiversitas yang dihasilkan juga tinggi itulah mengapa penggunaan pestisida harus segera dikurangi.

Baca juga: Dosen Farmasi Itera edukasi pelajar manfaatkan obat alami dan jamu

Sementara, Randi Swandaru, menyampaikan materi seputar menjadi mahasiswa yang aktif dan berprestasi.

Randi menyampaikan alasan mahasiswa harus aktif, yaitu sebenarnya mahasiswa berhutang kepada negara melewati anggaran pendidikan yang telah diberikan, anggaran tersebut didapat dari pajak-pajak yang dibayarkan masyarakat, karena itu mengapa mahasiswa dituntut harus aktif dan berprestasi untuk membayar hutang tersebut.

Randi menyampaikan bahwa terdapat prediksi di tahun 2050 Indonesia akan menjadi negara berpenghasilan terbesar ke-4. Untuk mencapai hal tersebut mahasiswa harus mempersiapkannya, yaitu dengan cara menjadi mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Randi memberikan pilihan kepada mahasiswa untuk menjadi pemain yang mengambil kontribusi atau menjadi penonton yang menonton orang-orang yang telah berkontribusi untuk pencapaian tersebut.

“Jika tidak mau menjadi mahasiswa aktif dan berprestasi dengan alasan mahasiswa berhutang kepada negara melewati anggaran pendidikan, maka lakukanlah dengan alasan untuk kedua orangtua kita, sehingga kita bisa mengukir senyum di bibir kedua orangtua,” jelas Randi.

Baca juga: Itera-Polda Lampung tandatangani kerja sama pengembangan SDM dan teknologi

Langkah pertama yang harus dilakukan menjadi mahasiswa yang aktif dan berprestasi adalah set up your goals, yaitu menentukan tujuan yang ingin diraih dan memperbaiki learning habbit mahasiswa. Ia juga menyarankan untuk mengikuti study exchange, membuat karya ilmiah, mengikuti aksi kritis, menulis di media massa, mengabdi kepada masyarakat, berolahraga, dan memulai bisnis, dan tidak pernah berhenti mencoba, bisa memanage waktu, bekerja sama dengan baik, dan selalu bersedekah.

Pemateri ketiga, HR Manager PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk – Garuda Indonesia Group, Berlian Leona Singarimbun, menyampaikan materi tentang “Find Your Passion & Build Your Career”. Materi diawali dengan penyampaian tren perekrutan di era pandemi mengalami fluktuatif namun rata-rata mengalami penurunan, karena perusahaan harus mengurangi tenaga kerjanya. Saat ini rekrutmen paling tinggi di bidang health care  dengan 26 persen, disusul oleh edukasi teknologi dengan 21 persen, e-commerce 14 persen, transport 14 persen fintech turun menjadi 4 persen, dan terakhir yang paling terkena imbas pandemic adalah travel dengan -14 persen.

Berlian berpesan kepada mahasiswa harus mulai memikirkan tentang kekuatan diri, menjalin relasi dengan senior yang sudah berpengalaman, jangan pernah takut gagal, berdiskusilah dengan teman atau senior yang berpengalaman untuk mencari motivasi, mengembangkan diri kita untuk mencari karir yang diinginkan, mengimprovisasi digital dan English skill, mencari jaringan yang benar, ikuti training dari seminar atau webinar, dan terakhir ikuti program magang untuk mengembangkan skill.
 

Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021