Ibunda tersangka pengeroyokan nakes: Saya saja yang dipenjara, jangan anak saya

id Pengeroyokan nakes, tenaga nakes, tersangka pengeroyokan nakes

Ibunda tersangka pengeroyokan nakes: Saya saja yang dipenjara, jangan anak saya

Ibunda salah satu tersangka, A menangis saat menceritakan anaknya yang telah ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan Nakes. (Antaralampung/Damiri)

Bandarlampung (ANTARA) - Ibunda dari salah satu tersangka pengeroyokan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kedaton, Bandarlampung, meminta kepada polisi agar ia dapat menggantikan anaknya yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

"Kalau bisa saya saja gantikan anak saya, jangan anak saya," kata Ana Yuliana, Selasa.

Ungkapan wanita berumur 63 tahun itu dikatakan lantaran dirinya merasa bersalah telah meminta anaknya untuk mencari oksigen kebutuhan ayahnya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Saya yang salah, saya yang telah menyuruh anak saya untuk mencari oksigen. Saya sudah kehilangan suami saya, saya tidak mau kehilangan anak saya lagi," kata dia.

Keluarga lainnya, Asep Kholis menambahkan dalam perkara keponakannya tersebut, pihak keluarga sendiri telah meminta maaf baik kepada korban maupun keluarga korban.

Dirinya bersama keluarga telah mendatangi rumah nakes dan bertemu secara langsung untuk meminta maaf atas kekhilafan keponakannya tersebut.

"Saya mewakili keluarga besar memohon maaf atas kekhilafan keponakan kami. Mereka telah memaafkan kami juga, namun mereka minta proses hukum tetap berjalan. Kami mohon maaf juga kepada nakes se-Indonesia, ini tidak ada maksud menghina karena ini ketidaksengajaan keponakan kami," katanya.

Sebelumnya, Polresta Bandarlampung telah menetapkan tiga tersangka pelaku pengeroyokan tenaga kesehatan di Puskesmas Kedaton, Bandarlampung pada Minggu (4/7) lalu.

Penetapan tersangka terhadap A, NV, dan DD tersebut berdasarkan hasil gelar perkara oleh penyidik Polresta Bandarlampung dengan alat bukti seperti video yang viral di media sosial serta barang bukti lainnya, yakni kacamata serta batu yang tertinggal di lokasi.

Ketiga tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana tentang penganiayaan dengan ancaman kurungan penjara selama tujuh tahun.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021