Sekda Pringsewu pimpin FGD pencegahan, penanganan dan perlindungan anak

id lampung, pringsewu,terorisme anak,korban terorisme

Sekda Pringsewu pimpin FGD pencegahan, penanganan dan perlindungan anak

Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Antaralampung/HO-Pemkab Pringsewu

Dibutuhkan perhatian khusus dan upaya penanganan yang intensif dan berkelanjutan, agar anak-anak tidak menjadi korban

Bandarlampung (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka tindak lanjut pencegahan, penanganan dan perlindungan anak korban stigmatisasi dan jaringan terorisme secara virtual dari Ruang Rapat Bupati Pringsewu.

“Tindak pidana terorisme merupakan kejahatan luar biasa, karena merupakan kejahatan atas pelanggaran kemanusiaan yang berdampak luas di masyarakat, seperti menyebabkan rasa ketakutan, ancaman, ketidaknyamanan, ketidaktenteraman, penderitaan fisik, psikis, bahkan kematian. Apalagi saat ini, jaringan terorisme telah menjadikan perempuan dan anak-anak sebagai sasaran untuk dilibatkan dalam sejumlah aksi terorisme,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi.

Menurutnya, ada dua faktor penyebab mengapa perempuan dan anak-anak adalah kelompok yang rentan terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor internal, di antaranya adalah minimnya pemahaman tentang agama, wawasan kebangsaan, jenis kelamin, umur, intelegensi dan kematangan emosi. Sedangkan faktor eksternal, berupa keluarga, lingkungan, media, kemiskinan dan tingkat pendidikan.

“Untuk itulah dibutuhkan perhatian khusus dan upaya penanganan yang intensif dan berkelanjutan, agar anak-anak tidak menjadi korban atas apa yang dilakukan orang tua dan lingkungannya,” katanya pula.

Ia berharap melalui FDG yang diikuti sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan bagian terkait di lingkungan Pemkab Pringsewu, serta dihadiri pula oleh Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak Kondisi Khusus Elvi Hendrani dan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri dari kantor masing-masing ini, dapat dihasilkan kesepakatan dan sinergitas bersama antarpemangku kepentingan, serta meningkatkan pemahaman mengenai bagaimana strategi dan pola penanganan yang tepat untuk menangani masalah stigmatisasi pada anak-anak di Kabupaten Pringsewu.

“Pemerintah Kabupaten Pringsewu akan mendukung setiap upaya seluruh elemen yang ada dalam mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak untuk menjamin perkembangan fisik, mental dan sosial, sehingga nantinya akan lebih siap dan mampu menjadi generasi penerus yang berkualitas tanpa terpengaruh unsur suatu paham yang tidak sesuai dengan ajaran agama serta ideologi negara," katanya pula.
Baca juga: LPSK ajukan kompensasi bagi korban luka dari penusuk Wiranto
Baca juga: LPSK serahkan kompensasi Rp125 juta kepada polisi korban serangan teroris

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021