Kasus harian positif COVID-19 di Lampung bertambah 441 orang, terbanyak dari Bandarlampung

id Corona Lampung, COVID Lampung

Kasus harian positif COVID-19 di Lampung bertambah 441 orang, terbanyak dari Bandarlampung

Ilustrasi- Pelaksanaan tes cepat antigen di Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mencatat telah terjadi penambahan pada kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 441 orang.

"Penambahan pada kasus terkonfirmasi positif COVID-19 ada 441 orang, sehingga total 29.519 kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana melalui keterangan tertulis di Bandarlampung, Rabu.

Ia menjelaskan penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut berasal dari 13 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Berdasarkan data terinci ada 102 kasus positif COVID-19 di Kota Bandarlampung, 17 kasus di Kota Metro, 61 kasus di Kabupaten Pringsewu, 20 kasus di Pesawaran, Tulang Bawang 10 kasus, dan Tulang Bawang Barat 13 kasus.

Selanjutnya, 23 orang terkonfirmasi positif di Lampung Utara, 39 orang di Lampung Tengah, 78 orang di Lampung Selatan, 2 orang di Lampung Timur, Lampung Barat 36 orang, Tanggamus 33 orang, dan Pesisir Barat 7 orang.

Sedangkan untuk kasus meninggal dunia bertambah 36 orang sehingga total 1.670 orang. Dengan rincian 5 kasus di Kota Bandarlampung, 2 kasus di Kota Metro, 7 kasus di Kabupaten Pringsewu, dan 5 kasus di Pesawaran.

Lalu ada penambahan 2 kasus kematian di Lampung Utara, 4 kasus di Lampung Tengah, 3 kasus di Lampung Selatan, 1 kasus di Way Kanan, 1 kasus di Tulang Bawang, 5 kasus di Tulang Bawang Barat dan 1 kasus di Pesisir Barat.

Selain kasus terkonfirmasi positif COVID-19 adapula penambahan pada kasus suspek 57 orang, dan 31 kasus probable.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah terjadi pula perubahan zona risiko persebaran COVID-19 dimana ada lima daerah berzona merah yakni Kota Bandarlampung, Kabupaten Pringsewu, Pesawaran, Lampung Timur, dan Lampung Utara. Sedangkan 10 kabupaten lain berzona risiko jingga (oranye).

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar