Bupati Waykanan pimpin rakor evaluasi pelaksanaan PPKM mikro

id lampung, waykanan, covid lampung, adipati, bupati waykanan, adipati bupati, bupati, kawan adipati, sahabat adipati

Bupati Waykanan pimpin rakor evaluasi pelaksanaan PPKM mikro

Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya, melakukan rapat koordinasi monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan PPKM Mikro di Kabupaten Waykanan (Antaralampung/Pemkab Waykanan)

Bandarlampung (ANTARA) - Bupati Waykanan Raden Adipati Surya melakukan rapat koordinasi monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan PPKM mikro di Kabupaten Waykanan secara virtual pada Selasa.



“Rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari rakor sebelumnya yang membahas PPKM mikro dan vaksinasi di Kabupaten Waykanan,”kata Adipati



Menurutnya, dalam penanggulangan COVID-19 yang terpenting adalah pencegahannya sehingga PPKM mikro tersebut sangat penting untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya karena PPKM mikro tersebut merupakan pengendalian pada level terkecil yaitu RT.



Adipati juga menjelaskan, dalam pelaksanaan PPKM mikro juga harus memperhatikan aspek-aspek lain seperti ekonomi, sosial dan budaya, seperti jangan sampai daya beli masyarakat menurun ketika dilakukan PPKM mikro yang juga dapat mempengaruhi aspek ekonomi.



Kepala Dinas Kesehatan Waykanan, Anang Rigsiyanto, mengatakan  tujuan implementasi dari PPM mikro antara lain adalah memaksimalkan 3T (testing, tracing, treatment), isolasi pasien positif dan karantina bagi kontak erat, pembatasan mobilitas dan pergerakan, serta untuk penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 dengan menekankan pada skenario pengendalian pada level terkecil yaitu RT.



Anang menjelaskan, alur proses implementasi PPKM Mikro dan pembentukan posko antara lain untuk persiapan pembentukan posko, pengumpulan data dan penilaian indikator PPKM mikro serta penetapannya di wilayah tersebut.



“Pembentukan posko kampung tersebut diketuai oleh kepala kampung atau lurah serta ketua BPK atau tokoh masyarakat sebagai wakil ketua, dan pokso kampung tersebut mempunyai tujuan untuk melaksanakan pencegahan ( sosialisasi dan penerapan 3M serta pembatasan mobilitas), Penangan (kesehatan, ekonomo, dan sosial), pembinaan (penegakan disiplin serta pemberian sanksi) dan Pendukung (data, logistik, komunikasi dan administrasi),”kata Anang.



Anang mengatakan, indikator penetapan zona PPKM skala mikro tingkat RT adalah jika terdapat lebih dari 5 rumah dalam suatu RT yang memiliki kasus konfirmasi positif COVID-19, maka zona tersebut dapat dikatakan merah, jika terdapat 3 sampai 5 rumah di satu RT yang memiliki kansus konfirmasi positif maka zona tersebut dikatakan oranye, jika terdapat 1 sampai 2 rumah dalam satu RT yang memiliki kasus konfirmasi positif maka zona tersebut dikatakan kuning dan jika tidak ada kasus positif pada satu rukun tetangga maka zona tersebut dikatakan hijau.

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar