Pencampuran vaksin COVID, ini tanggapan Badan Pengawas Obat Eropa

id EMA,pencampuran vaksin COVID,Varian Delta

Pencampuran vaksin COVID, ini tanggapan Badan Pengawas Obat Eropa

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengangkat tangan saat konferensi pers setelah pertemuan dengan anggota komisi untuk mengenalkan RUU mengenai sertifikat vaksinasi COVID-19 umum Uni Eropa (UE) di kantor pusat UE di Brussel, Belgia, Rabu (17/3/2021). ANTARA/ REUTERS/WSJ/djo

London (ANTARA) - Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) pada Rabu (14/7) berusaha untuk tidak memutuskan membuat rekomendasi apa pun tentang pencampuran vaksin COVID-19 dari produsen yang berbeda.

Menurut EMA, terlalu dini untuk mengonfirmasi apakah dan kapan dosis penguat tambahan akan diperlukan.

Akan tetapi regulator obat Eropa itu mengatakan dua dosis vaksin COVID-19 diperlukan untuk melindungi terhadap varian Delta yang sangat menular.

"Kepatuhan pada jarak vaksinasi yang disarankan, yang sesuai dengan informasi produk, sangat penting untuk mendapatkan manfaat tingkat perlindungan paling tinggi terhadap virus," demikian pernyataan EMA.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa itu memperkirakan bahwa varian Delta akan menyumbang 90 persen dari varian yang beredar di Uni Eropa pada akhir Agustus.

Varian itu, yang pertama kali muncul di India itu, menyebabkan lonjakan kasus di seluruh dunia dan juga mengacaukan rencana pemulihan. Para peneliti dan produsen obat harus segera mengubah vaksin buatannya untuk mencegah hilangnya efektivitas terhadap varian baru.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu mengatakan varian Delta ditemukan di setidaknya 111 negara dalam dua bulan terakhir, dan sepertinya akan menjadi varian dominan global selama beberapa bulan ke depan.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar