IDI Bandarlampung minta anggotanya tidak buat unggahan provokatif

id COVID-19,Wuhan,IDI,COvID,Corona,prokes bandarlampung

IDI Bandarlampung minta anggotanya tidak buat unggahan provokatif

Sejumlah masyarakat Bandarlampung sedang berbelanja di salah satu mal di kota ini. ANTARA/Dian Hadiyatna

Ini kan mereka levelnya dokter kalau posting ke tempat-tempat seperti itu masyarakat mencontohnya bagaimana
Bandarlampung (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung meminta anggotanya tidak membuat unggahan atau postingan yang dapat memprovokasi masyarakat untuk tidak patuh terhadap protokol kesehatan (prokes).

"Saya selalu keras dengan pengurus IDI, jangan posting makan-makan atau jalan-jalan di kafe dan tempat keramaian lainnya yang dapat memprovokasi masyarakat ikut-ikutan, padahal saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19," kata Ketua IDI Cabang Bandarlampung dr Aditya M Biomed,di Bandarlampung, Jumat.

Memang, lanjut dia, banyak orang sudah dalam tingkat kebosanan dan kejenuhan tinggi dengan kondisi COVID-19, namun memposting kegiatan di tempat-tempat keramaian seperti kafe dan lainnya di media sosial, bukanlah hal yang etis karena itu bisa dicontoh masyarakat.

"Ini kan mereka levelnya dokter kalau posting ke tempat-tempat seperti itu masyarakat mencontohnya bagaimana. Kok kayaknya susah sekali untuk taat prokes, hal-hal seperti ini perlu disadari oleh kita semua," kata dia pula.

Selain itu, dia pun menyayangkan bahwa ada sebagian masyarakat yang tega memprovokasi masyarakat melalui postingan di media sosialnya seakan-akan Virus Corona ini tidak bahaya serta vaksin COVID-19 tidak diperlukan.

"Kalau kita lihat kan di media sosial banyak orang yang buat postingan kemana-mana tidak pakai masker, berkerumun dan lain-lain, ini kan pembenaran mereka yang kontroversi," kata dia lagi.

Menurutnya pula salah satu yang bertanggung jawab atas keyakinan masyarakat terkait sekarang tidak apa-apa, salah satunya yakni postingan-postingan seperti itu.

"Ini kan bahaya karena postingan-postingan mereka ini menyebut virus ini konspirasi dan sekarang sudah tidak apa-apa serta sebagainya, sehingga membuat masyarakat tambah yakin. Apalagi beberapa yang buat postingan bukanlah orang biasa, ini yang disayangkan sebenarnya," kata dia pula.
Baca juga: Satgas COVID-19 Bandarlampung datangi kolam renang diduga tak patuh prokes
Baca juga: Rutan Bandarlampung perketat prokes antisipasi penyebaran COVID-19

 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar