TNI dan Polri bantu pemerintah tekan angka COVID-19 sampai angka terendah

id Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto,Penanganan COVID-19

TNI dan Polri bantu pemerintah tekan angka COVID-19 sampai angka terendah

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/6/2021). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri/am.

Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menekankan pihaknya bersama Polri akan membantu pemerintah dalam menekan angka COVID-19 sampai angka yang paling bawah atau terendah.

Hal itu disampaikan Panglima TNI dalam keterangan pers virtual, seusai mengikuti Rapat Terbatas Penanganan COVID-19 dengan Presiden di Jakarta, Senin, sebagaimana disaksikan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

"Angka kasus positif COVID-19 di 6.000 artinya kasus positif bisa terkendali, karena kita bisa menekan tidak sampai lebih dari 10.000. Bahkan akan kita tekan sampai angka paling bawah," ujar Panglima TNI.

Panglima TNI mengatakan, memang ada daerah yang mengalami peningkatan kasus seperti Kabupaten Kudus dan Bangkalan. Namun TNI/Polri dan BNPB telah melakukan langkah-langkah dalam rangka pengendalian kasus di dua wilayah tersebut.

Yang pertama dengan cara melakukan pendampingan terhadap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten untuk bisa menekan angka kasus positif.

"Dalam PPKM kita bisa melaksanakan tracing terhadap kontak erat dan setelah itu kita bisa mengetahui apakah positif atau tidak. Kita juga bisa meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian," jelas Panglima.

Pendampingan dilakukan dengan cara melipatgandakan atau menebalkan kekuatan personel yang melakukan tracing untuk membantu Babinsa dan Babinkamtibmas.

Kedua, dengan melakukan pendampingan dan penguatan pelaksanaan tes PCR, agar pelaksanaan tes PCR dapat dipertahankan atau ditingkatkan jumlahnya.

Ketiga, pendampingan di rumah sakit, di mana TNI/Polri bisa mengerahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pelayanan agar bed occupancy rate di rumah sakit bisa ditekan, termasuk membantu di tempat isolasi yang dibangun kabupaten dan kotamadya.

Keempat, melakukan pendampingan dan penguatan dalam rangka menjaga kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Panglima TNI optimistis dengan langkah yang dilakukan, maka angka kasus di dua daerah tersebut akan segera turun.

 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar