Fauci minta China rilis catatan medis semua pekerja laboratorium Wuhan

id Anthony Fauci,asal usul virus corona,laboratorium Wuhan,COVID 19,China,Amerika Serikat

Fauci minta China rilis catatan medis semua pekerja laboratorium Wuhan

Dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectius Diseases, bersiap disuntik dosis pertama vaksin baru Moderna COVID-190 di National Institute of Health, di Bethesda, Amerika Serikat, Selasa (22/12/2020). ANTARA FOTO/Patrick Semansky/Pool via REUTERS/hp/cfo/am.

Bengaluru/Beijing (ANTARA) - Pakar penyakit menular Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci meminta China merilis catatan medis sembilan orang yang penyakitnya mungkin memberikan petunjuk penting apakah COVID-19 pertama kali muncul sebagai akibat dari kebocoran laboratorium.

"Saya ingin melihat rekam medis dari tiga orang yang dilaporkan sakit pada 2019. Apakah mereka benar-benar sakit, dan jika ada, sakit apa?" ujar Fauci seperti dilaporkan Financial Times pada Kamis (4/6).

Asal usul virus corona diperdebatkan dengan panas oleh AS dan China, sementara badan-badan intelijen Washington masih memeriksa laporan bahwa para peneliti di laboratorium virologi di Wuhan sakit parah pada 2019 --sebulan sebelum kasus COVID-19 pertama dilaporkan.

Namun, para ilmuwan dan pejabat China secara konsisten menolak hipotesis kebocoran laboratorium. Mereka mengatakan virus itu bisa saja beredar di wilayah lain sebelum menyerang Wuhan dan bahkan mungkin memasuki China melalui pengiriman makanan beku impor atau perdagangan satwa liar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menolak berkomentar langsung apakah China akan merilis catatan sembilan orang itu. Tetapi, ia dengan tegas membantah kemungkinan bahwa laboratorium itu terkait dengan wabah COVID-19.

Selama pengarahan rutin pada Jumat, ia merujuk pada pernyataan 23 Maret dari Institut Virologi Wuhan yang mengatakan tidak ada staf atau lulusan yang dikonfirmasi telah tertular virus.

Wang menegaskan kembali sikap China bahwa laporan kebocoran laboratorium adalah "teori konspirasi."

Financial Times melaporkan bahwa Fauci masih percaya bahwa virus tersebut pertama kali ditularkan ke manusia melalui hewan, menunjukkan bahwa bahkan jika para peneliti laboratorium memang terinfeksi COVID-19, mereka dapat tertular penyakit dari populasi yang lebih luas.


Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar