Bupati Waykanan hadiri deklarasi pemilihan kepala kampung

id lampung, waykanan, covid lampung, adipati, bupati waykanan, adipati bupati, bupati, kawan adipati, sahabat adipati

Bupati Waykanan hadiri deklarasi pemilihan kepala kampung

Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya menghadiri deklarasi damai pemilihan kepala kampung serentak di Wilayah Kecamatan Blambangan Umpu (Antaralampung/Pemkab Waykanan)

Yang kalah bukan berarti tidak dapat berkontribusi untuk pembangunan kampung, karena masih banyak cara untuk mengabdikan diri untuk kampung, katanya

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Waykanan menggelar deklarasi damai pemilihan kepala kampung serentak di wilayah Kecamatan Blambangan Umpu, bertempat di aula kecamatan setempat.

Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya mengatakan deklarasi yang dilaksanakan d itiap kecamatan atau kampung masing-masing bertujuan untuk menghindari kerumunan dan pencegahan penyebaran COVID-19 karena pesertanya lebih sedikit dibandingkan jika dilaksanakan secara bersama dengan 85 kampung yang melaksanakan pemilihan.

Ia mengatakan, deklarasi damai yang dijadwalkan sejak 14 Mei 2020 sampai 19 Mei 2021 juga bertujuan agar para calon memahami apa saja isi dari deklarasi damai serta menjunjung tinggi deklarasi damai yang ditandatangani.

Setiap calon juga diharapkan menjalankan semua isi deklarasi damai mulai dari kampanye sampai dengan selesainya pemilihan kepala kampung yang akan dilaksanakan pada 27 Mei 2021.

Baca juga: Bupati Waykanan tinjau pos pengamanan Lebaran

“Saya harapkan kepada para calon yang terpilih nanti tidak mengganti perangkat kampung yang ada terkecuali perangkat kampung itu meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan karena tidak lagi memenuhi syarat sebagai perangkat kampung, melanggar larangan perangkat kampung serta tidak melaksanakan kewajiban sebagai perangkat kampung.

Hal itu telah diatur dalam Peraturan Bupati Waykanan Nomor 9 Tahun 2018 yang merupakan penjabaran dari Pemendagri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Adipati menjelaskan, calon kepala kampung sebaiknya dapat memberdayakan perangkat kampung yang ada, perangkat yang sudah bisa menjalankan tugas serta telah beberapa kali mengikuti pelatihan, baik yang dilaksanakan oleh Pemkab Waykanan, Pemprov atau bahkan yang dilaksanakan oleh Kemendagri atau Kementerian Desa.

Baca juga: Bupati Tulang Bawang serahkan 1.500 bibit hortikultura

Pemilihan kepala kampung merupakan ajang untuk menunjukkan potensi diri serta ikut serta dalam pesta demokrasi yang dilaksanakan serta harus siap menang dan siap kalah.

“Yang kalah bukan berarti tidak dapat berkontribusi untuk pembangunan kampung, karena masih banyak cara untuk mengabdikan diri untuk kampung dan bagi yang menang jangan terlalu berbangga hati dalam pencapaiannya, namun diharapkan dapat merangkul yang kalah dan diajak bersama-sama membangun kampungnya, katanya.

Jadikan momen pemilihan kepala kampung untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan konsolidasi demokrasi. Masyarakat pun memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintahan kampung sesuai kebutuhan masyarakat, jelasnya.

Baca juga: Bupati Mesuji resmikan PSC 119

Politisi Partai Demokrat ini meminta pelaksanaan pemilihan kepala kampung dimaknai sebagai sarana pemersatu masyarakat, bukan memecah belah. Dalam rangka pemenuhan terhadap prinsip demokrasi, maka pelaksanaannya dilaksanakan dengan asas LUBER dan JURDIL.

“Pemilihan kepala kampung juga harus dapat terlaksana dengan sukses, pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana atau tahapan yang dibuat oleh panitia kabupaten. Dengan harapan, calon dapat melaksanakan kampanye dengan program yang baik serta tidak melakukan kampanye hitam dengan cara menyerang pribadi calon yang lain,” tambahnya.

 

Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar