Pelaku penganiaya imam masjid di Pekanbaru ditangkap polisi

id penganiayaan imam masjid pekanbaru,kapolresta pekanbaru

Pelaku penganiaya imam masjid di Pekanbaru ditangkap polisi

Ilustrasi penahanan kriminal. (pixabay.com)

Pelaku sempat mukul pundak saya dan bilang bisa dibetulin 'gak sholatnya, suaranya keras lagi. Setelah ngomong gitu dia langsung menampar saya. Spontan saya mundur dan jamaah langsung mengamankan pelaku, kata Zuhri Ashari.
Pekanbaru (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menahan seorang pria yang melakukan penganiayaan terhadap imam masjid yang tengah melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Baitul Ar'sy, Jumat.

"Terhadap yang bersangkutan saat ini masih kita lakukan pemeriksaan di Polsek Tampan," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya dalam pernyataan pers di Pekanbaru.

Ia menjelaskan korban bernama Zuhri Ashari yang menjadi imam di Masjid Baitul Ar'sy Komplek Perumahan Widya Graha II, Jalan Srikandi, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru. Sedangkan pelaku berinisial DA (41), yang juga warga setempat.

Baca juga: Kapolda Lampung instruksikan jajarannya tindak tegas pelaku begal

Kejadian tersebut terekam oleh CCTV masjid, bermula ketika jamaah sedang melaksanakan shalat subuh pada rakaat kedua tiba-tiba DA masuk dari barisan belakang, langsung menerobos jamaah yang sedang sholat dan menghampiri imam shalat.

"Pelaku sempat mukul pundak saya dan bilang bisa dibetulin 'gak sholatnya, suaranya keras lagi. Setelah ngomong gitu dia langsung menampar saya. Spontan saya mundur dan jamaah langsung mengamankan pelaku," kata imam masjid, Zuhri Ashari.

Berdasarkan hasil interogasi pihak Kepolisian Polsek Tampan, pelaku mengaku nekat melakukan penganiayaan karena risih mendengar suara mengaji. "Pelaku tadi ditanya mengapa ia masuk masjid itu, terus dijawab pelaku saat sedang berjalan, ia mendengar suara mengaji, karena risih pelaku langsung mendatangi masjid Baitul Ar'sy"," katanya.

Baca juga: Polda Lampung tangkap pelaku pembunuhan di RSUD Dadi Tjokrodipo

Dari keterangan warga sekitar, pelaku tinggal di Perumahan Widya Graha II yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan keluarga menyatakan pria tersebut mengalami gangguan jiwa.

Pelaku memiliki kartu pasien dari Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru, yang harus selalu dibawa oleh orang yang mengalami gangguan kejiwaan. 
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar