Pemudik kelabui petugas dengan naik ambulans di Gerbang Tol Cikarang

id Polda Metro Jaya ,Mudik

Pemudik kelabui petugas dengan naik ambulans di Gerbang Tol Cikarang

Foto udara kendaraan terjebak kemacetan di KM 29 saat akan melintasi check point penyekatan di Tol Cikarang Barat KM 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/5/2021). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.

Tujuh orang dalam ambulans itu sudah diputar balik kembali ke Jakarta, kata Yusri
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencegat sebuah ambulans yang mencoba membawa pemudik melewati Gerbang Tol Cikarang 1, Bekasi, Jawa barat.

"Modus operandi banyak yang digunakan termasuk tadi ada di Cikarang. Ada satu buah ambulans yang coba mengelabui petugas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat.

Polisi kemudian memeriksa ambulans tersebut dan menemukan ada tujuh orang penumpang di dalamnya.

Baca juga: Truk sayur angkut pemudik terkena razia di Bekasi

Saat dimintai keterangan penumpang tersebut berkilah menumpang ambulans karena alasan keluarga sakit dan kedukaan.

"Memang menyampaikan ada yang sakit dan meninggal dunia yang mau dijenguk ke luar daerah tapi pada saat ditanya persyaratannya termasuk swab antigen, mereka tidak bisa tunjukkan," ujarnya.

Yusri menyebut ini adalah salah satu modus operandi yang banyak digunakan pemudik nekat karena ada pengecualian untuk ambulans.

“Tujuh orang dalam ambulans itu sudah diputar balik kembali ke Jakarta,” kata Yusri.

Baca juga: Masyarakat diingatkan tak "untung-untungan" berangkat mudik

Polda Metro Jaya akan terus melakukan penindakan terhadap pemudik yang nekat mudik saat kebijakan larangan mudik mulai diberlakukan hingga berakhirnya peniadaan mudik pada 17 Mei 2021.

"Operasi ini berjalan sampai 17 Mei, nanti akan kami sampaikan secara update per 24 jam," pungkas Yusri.

Anggota Polda Metro Jaya mulai melakukan penyekatan jalan tol pada sejumlah titik seiring diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah mulai 6-17 Mei 2021.
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar