BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat di Lampung

id BMKG,Peringatan dini,Hujan lebat

BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat di Lampung

Warga menggunakan payung saat hujan mengguyur Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Jakarta, Kamis (13/8/2020). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), meski puncak kemarau terjadi pada Agustus ini, sebagian wilayah Jabodetabek diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang karena adanya fenomena gelombang atmosfer (Rossby Ekuator) di wilayah Indonesia bagian barat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai kilat dan angin kencang pada Minggu yang berpotensi terjadi di Lampung dan sebagian wilayah Indonesia.

Dalam informasi yang dikutip dari situs BMKG pada Minggu, disampaikan provinsi yang berpotenssi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang, yakni Lampung, Aceh, Banten, Bengkulu, Jawa Barat.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara.

Kemudian, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

BMKG menyampaikan sirkulasi siklonik terpantau di Aceh bagian utara dan perairan Utara Papua Barat - Papua yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Pesisir Barat Sumatera Utara hingga Aceh, dari Bengkulu hingga Sumatera Barat dan di Papua Barat.

Daerah konvergensi lainnya memanjang dari Sumatera Utara hingga Pesisir Barat Aceh, di Selat Malaka bagian Utara, di Bengkulu, di Pesisir Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Barat, dari Kalimantan utara hingga Selat Karimata, di Kalimantan Selatan, dari Sulawesi Tenggara, Selat Makassar bag Tengah hingga Kalimantan Tengah bagian Selatan dan di Maluku.

Sementara daerah pertemuan angin (konfluensi) juga terpantau di Laut Sulawesi dan di perairan Utara Papua Barat.

BMKG menyampaikan kondisi itu mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi tersebut.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar