Buronan kasus pencurian di rumah perwira polisi diringkus

id buronan kasus pencurian, rumah perwira polri, polda lampung

Buronan kasus pencurian di rumah perwira polisi diringkus

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung berhasil menangkap tersangka SD alias R (27) buronan kasus pencurian dengan pemberatan di rumah perwira Polri.

"Saat ditangkap tersangka bersembunyi di kolong jembatan Jalan Raden Intan, Bandarlampung," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengungkapkan tersangka yang bermukim di Desa Talang Rejo, Kecamatan Tanjung Indah, Sumatera Selatan ditangkap berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Lampung.

"Saat dilakukan upaya paksa oleh tim resmob, pelaku melakukan perlawanan secara aktif dan membahayakan keselamatan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas keras terukur sesuai SOP hingga pelaku dapat dilumpuhkan," kata Pandra.

Pelaku ini juga merupakan residivis pencurian disertai pemberatan dengan sasaran kendaraan bermotor (curanmor) pada tahun 2016 di Polsek Tanjung Karang Timur, lanjut Pandra

Kabid Humas Polda Lampung itu mengungkapkan kronologis peristiwa itu terjadi di Jalan Pajajaran No 44, Jagabaya Way Halim.

Pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara mendongkel pintu rumah korban yang saat itu sedang melaksanakan Shalat Subuh, dan setelah berhasil masuk, pelaku mengambil barang-barang milik korban.

Barang bukti yang berhasil disita yakni 1 pucuk senjata api rakitan berikut 4 amunisi aktif (milik pelaku), 1 buah kunci leter T berikut 5 anak kunci (milik pelaku).

Kemudian, satu HP Samsung Galaxy J5 warna putih silver (milik korban) satu unit iPad merek Apple (milik korban), dompet berisi uang, KTP, SIM A, kartu ATM BRI dan power bank (milik korban).

Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Subdit III Jatanras Polda Lampung untuk selanjutnya dilakukan proses hukum lebih lanjut.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar