Ekspor Lampung turun 7,6 persen

id ekspor lampung, komoditas lampung, turun, bps lampung

Ekspor Lampung turun 7,6 persen

Komoditas karet Lampung (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Nilai ekspor sejumlah komoditas Provinsi Lampung pada Februari 2021 mencapai 287,31 juta dolar Amerika Serikat, mengalami penurunan 7,16 persen dibanding ekspor Januari 2021.

"Ada sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Februari 2021," kata Kabid Statistik Distribusi BPS Lampung,   Riduan, di Bandarlampung, Sabtu.

Kesepuluh barang utama itu,  yakni  lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; ampas/sisa industri makanan; olahan dari buah-buahan/sayuran.

Kemudian,  karet dan barang dari karet; batu bara; ikan dan udang; hasil penggilingan; daging dan ikan olahan; dan bubur kayu/pulp.

Ia menyebutkan penurunan ekspor Februari 2021 terhadap Januari 2021 terjadi pada empat golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati turun 16,43 persen; kopi, teh.

Kemudian rempah-rempah turun 17,22 persen; batu bara turun 26,09 persen; dan bubur kayu/pulp turun 50,81 persen.

Sedangkan golongan barang utama yang mengalami peningkatan adalah ampas/sisa industri makanan naik 19,64 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran naik 34,38 persen.

Lalu,  karet dan barang dari karet naik 2,79 persen; ikan dan udang naik 45,99 persen; hasil penggilingan naik 25,17 persen; dan daging dan ikan olahan naik 0,04 persen.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Februari 2021 adalah Amerika Serikat 58,48 juta dolar; Tiongkok 40,19 juta dolar; Belanda 35,68 juta dolar. 

Selanjutnya,  Pakistan 27,87 juta dolar; Italia 16,25 juta dolar; Selandia Baru 16,03 juta dolar; Spanyol 10,26 juta dolar; Philipina 9,48 juta dolar; Korea Selatan 9,09 juta dolar; dan Togo 8,46 juta dolar. 

"Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 80,67 persen," pungkasnya. 

 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar