Swedia longgarkan aturan COVID bagi yang telah divaksin

id Swedia,pelonggaran pembatasan,COVID-19,vaksin

Swedia longgarkan aturan COVID bagi yang telah divaksin

Sejumlah siswa berlari meluapkan kegembiraan mereka saat merayakan kelulusan sekolah menengah di Nacka Gymnasium dalam situasi menyebarnya penyakit virus corona (COVID-19) di Stockholm, Swedia, 3 Juni 2020. ANTARA/REUTERS/TT News Agency/Jessica Gow/aa.

Stockholm (ANTARA) - Swedia akan meringankan pembatasan bagi penduduknya, sebagian besar lansia, yang minimal sudah satu kali disuntik vaksin anti COVID-19 , kata Badan Kesehatan Masyarakat, Jumat.

Sekitar seperlima penduduk Swedia telah  divaksin, termasuk hampir semua orang yang tinggal di panti-panti wreda.

Vaksinasi secara bertahap juga diperluas pada kalangan orang berusia 60 tahunan.

Pihak berwenang mengatakan bahwa, tiga minggu setelah suntikan pertama, orang dapat bertemu orang lain dari luar gelembung jarak fisik mereka —bahkan di dalam ruangan.

Kegiatan komunal di panti wreda juga bisa dilanjutkan dan pensiunan yang sudah divaksin bisa kembali berkunjung ke toko-toko.

"Sekarang tidak apa-apa kalau nenek yang sudah divaksin ingin memeluk cucu-cucunya," kata kepala Badan Kesehatan Masyarakat Johan Carlson kepada wartawan.

Namun, ia menekankan bahwa perubahan itu adalah "pelonggaran kecil" pada pembatasan.

Mereka yang telah divaksin, katanya, masih belum dapat menjalani hidup seperti biasa —seperti bertemu orang banyak— dan masih tetap perlu bekerja dari rumah jika memungkinkan.

Dengan tingkat infeksi COVID-19 baru tertinggi kedua di Eropa setelah San Marino, pihak berwenang menekankan bahwa saat ini tidak tepat untuk melonggarkan pembatasan bagi kelompok-kelompok lain.

"Sejauh ini, tidak cukup banyak orang yang sudah divaksin sehingga keadaan itu membuat perbedaan pada tekanan pada sistem kesehatan atau pada penyebaran infeksi secara umum," kata Menteri Kesehatan Lena Hallengren.

Sekitar 2,2 juta dari 10,4 juta populasi Swedia telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Namun, program tersebut mengalami perlambatan --sebagian besar karena masalah pasokan vaksin serta kekhawatiran atas potensi efek samping dari vaksin Astra Zeneca dan Johnson & Johnson.

Koordinator vaksin negara itu, Richard Bergstrom, mengatakan Swedia termasuk di antara beberapa negara Eropa yang bernegosiasi dengan Rusia untuk pembelian vaksin Sputnik.



Sumber: Reuters

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar