Optimalkan tol, Palembang gandeng Lampung buat paket wisata

id palembang,pariwisata palembang,tol,jalan tol trans sumatera,jtts,tol palembang lampung,phri

Optimalkan tol, Palembang gandeng Lampung buat paket wisata

Suasana Jembatan Ampera yang menjadi ikon kota Palembang di malam hari di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (7/3). Jembatan Ampera yang dibangun pada 1962-1968 itu memiliki panjang 1.117 meter, lebar 22 meter dengan ketinggian 11.5 meter di atas permukaan air Sungai Musi yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Ilir. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/15.)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang menggandeng Provinsi Lampung untuk membuat paket wisata guna optimalkan keberadaan Tol Palembang-Lampung.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani di Palembang, Selasa, mengatakan, pertemuan sudah dilakukan beberapa kali dengan Pemprov Lampung agar kedua daerah sama-sama meraup keuntungan atas keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera ini.

“Konsepnya sedang dalam pembahasan, semisal paket 4 malam (satu malam di Palembang, tiga malam di Lampung) atau paket jenis lainnya. Intinya, kedua daerah ingin sama-sama terdongrak pariwisatanya,” kata Isnaini.

Ia mengatakan Pemkot Palembang menawarkan kedua daerah menggunakan branding dan tagline bersama sehingga pariwisata antara Kota Palembang dan Provinsi Lampung benar-benar tersambung, seperti layaknya Tol Palembang-Lampung.

“Mengapa kami inginkan bersama, karena sebenarnya keunggulan antara dua daerah ini benar-benar berbeda, jadi sebenarnya bisa saling mengisi,” kata dia.

Kota Palembang menawarkan wisata alam berupa sungai, sementara Lampung berupa laut dan pantai. Begitu pula dari sisi kuliner, Palembang dan Lampung sangat berbeda. Demikian juga kehidupan sosial kemasyarakatannya. Kota Palembang juga memiliki beragam destinasi wisata sejarah, wisata religi serta wisata olahraga, sementara ini kurang dilirik dari Lampung.

“Untuk tahap awal, kami sudah beberapa kali melakukan expo di Lampung menggandeng PHRI, dan respon sangat positif,” kata dia.

Ia menambahkan, melalui kerja sama antardaerah ini diharapkan sektor pariwisata Palembang dapat bangkit setelah terpuruk akibat COVID-19. Pada 2020 hanya mencatat jumlah kunjungan wisatawan (wisnus dan wisman) sebanyak 800 ribu orang, sementara pada 2019 mencapai 2,1 juta orang.

Namun seiring dengan penerapan new normal, pariwisata Kota Palembang berangsur-angsur membaik.

“Itulah kami mengharapkan insan pariwisata diprioritaskan untuk vaksin, karena mereka rentan sekali. Ada sekitar puluhan ribu orang yang bekerja di sektor ini,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemasaran Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Provinsi Lampung yang juga salah satu manajer hotel berbintang, Adi Wahyu, mengatakan, terbukanya akses Tol Palembang-Lampung sejak 2019 ini telah berdampak positif pada bisnis pariwisata di Lampung.

“Sebelumnya, hanya Sabtu dan Minggu saja kami full, kini dari hari Jumat. Bukan hanya untuk hotel bintang, non bintang pun penuh. Malah waktu libur (26-28 Maret 2021) full 100 persen,” kata Adi.

Ia tak membantah salah satu pendongrak utamanya yakni adanya wisatawan asal Sumatera Selatan. Konten wisata alam yang ditawarkan berupa laut dan pantai ternyata demikian menarik bagi warga Sumsel, sehingga sekitar 80 persen yang menginap di hotelnya saat weekend ialah mereka.



 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar