Diduga sakit hati, oknum PNS bakar satu ruang Kantor Bupati Bireuen

id Aceh,Bireuen,Kantor Bupati,Bappeda,PNS,kebakaran,hukum,peristiwa

Diduga sakit hati, oknum PNS bakar satu ruang Kantor Bupati Bireuen

Personel Sat Reskrim Polres Bireuen melakukan olah TKP kebakaran di kantor Bupati setempat, Bireuen, Aceh, Senin (8/3/2021) (ANTARA/HO)

Menurut keterangan dia (pelaku) sakit hati, dulu saat dia staf pegawai Bappeda tidak pernah diberikan kesempatan bekerja, kata Fadilah
Banda Aceh (ANTARA) - Diduga karena sakit hati, salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial Hen membakar salah satu ruangan di kantor Bupati Kabupaten Bireuen, Aceh hingga hangus terbakar.

Oknum PNS tersebut pernah bertugas di kantor yang menjadi sasaran pembakaran. 

"Kebakaran yang terjadi di Kantor Bupati Bireuen, tepatnya di ruang Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) lantai tiga," kata Kasat Reskrim Polres Bireuen AKP Fadilah Aditya Pratama dalam laporannya yang diterima di Banda Aceh, Senin.

Fadilah mengatakan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah api berhasil dipadamkan, polisi menemukan satu botol air mineral berisikan bahan bakar di lantai 1 dan 3 gedung tersebut.

"Kemudian, dilakukan identifikasi dan penyelidikan dan mengecek rekaman CCTV yang terdapat di area gedung," ujarnya.

Setelah dilakukan pengecekan CCTV, kata Fadilah, terlihat seorang pria yang membawa botol diduga bahan bakar (bensin) dan menyiramkan pada tumpukan kertas di lantai tiga, kemudian menyalakan pemantik api untuk membakar tumpukan kertas tersebut.

"Dari pengamatan CCTV yang terlihat diidentifikasi bahwa pelaku berinisial (Hen), tersangka seorang pegawai yamg pernah berdinas di Bappeda dan saat ini berdinas di Kantor Camat Kecamatan Jeunib," kata Fadillah.

Setelah mengetahui identitas pelaku, petugas kepolisian melakukan pengejaran hingga penangkapan terhadap tersangka di kawasan rumahnya.

"Tersangka yang diduga telah melakukan pembakaran kantor Bupati tepatnya di ruang Bappeda sudah diamankan," ujarnya.

Hasil pemeriksaan sementara, tambah Fadillah, pelaku melakukan aksinya karena merasa sakit hati saat dia berdinas di kantor Bappeda setempat.

"Menurut keterangan dia (pelaku) sakit hati, dulu saat dia staf pegawai Bappeda tidak pernah diberikan kesempatan bekerja," kata Fadilah.
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar