Disparbud sebut kalender agenda wisata Jabar 2021 digelar secara daring dan luring

id west java calender of event 2021, daring,luring,disparbud jabar,wisata jabar

Disparbud sebut kalender agenda wisata Jabar 2021 digelar secara daring dan luring

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat meluncurkan West Java Calendar of Event 2020 yang bertema Smiling West Java di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung. (Dok Humas Pemprov Jabar)

Prokes akan menjadi hal utama dalam West Java Calendar of Event 2021
Bandung (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan acara dalam kalender agenda wisata "West Java Calendar of Event 2021" yang bertajuk Smiling West Java ini akan digelar secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan), juga gabungan keduanya, karena masih kondisi masa pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, Kamis, mengatakan seluruh acara dalam ajang West Java Calender of Event 2021 dipastikan akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Tentunya karena sedang pandemi COVID-19 maka prokes akan menjadi hal utama dalam West Java Calendar of Event 2021," kata Dedi Taufik. 

Ia mengatakan penyesuaian akan berlaku pada teknis penyelenggaraan dan ada beberapa agenda yang menggunakan sistem daring yang diberlakukan untuk sebuah pagelaran seni budaya.

“Jadi ada beberapa event konsepnya hybrid, offline dan online. Ada pertunjukan seni budaya, ada pula yang memperlihatkan keindahan alam. Intinya, protokol kesehatan ini mutlak harus dilakukan," kata dia.

Dia mengatakan kegiatan yang masuk dalam West Java Calendar of Event 2021 sudah dikurasi oleh banyak pihak, termasuk tim ahli dan dari sekira 342 agenda yang masuk, hanya 50 kegiatan yang dianggap memenuhi kriteria.

Ia menjelaskan kriteria yang dimaksud, selain unik, komersial, kreatif dan memiliki nilai budaya, tim ahli menilai segi komitmen dari kepala daerah.

Hal ini dikarenakan pengajuan agenda datang dari kabupaten kota, maka mereka harus siap dengan segala hal penyelenggaraan, promosi, termasuk protokol kesehatan.

"Untuk kurasi ini menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19. Sehingga mau tidak mau harus ada penyesuaian dari sisi kriteria. Karena, selain upaya pertumbuhan ekonomi, isu kesehatan juga tetap penting,” kata dia.

Untuk skala Jawa Barat ada 50 agenda, lalu yang didorong untuk menjadi agenda skala nasional itu ada 10 agenda dan fokusnya memang lebih banyak kebudayaan dan pariwisata berbasis alam.

Lebih lanjut ia mengatakan dari 50 agenda skala Jawa Barat yang masuk dalam program ini di antaranya, Bandung Design Bienalle (Kota Bandung), Sapta Wara Wayang Kulit (Kabupaten Cirebon), Festival Waduk Darma (Kabupaten Kuningan), Situ Gede Art Festival (Kota Tasikmalaya).

Sedangkan agenda yang masuk skala nasional, di antaranya Asia Afrika Festival (Kota Bandung), Ceramic Musik Fwstival (Kabupaten Majalengka), Festival Tari Topeng (Kota Cirebon), dan Seren taun Ciptagelar (Kabupaten Sukabumi).

Pihaknya menambahkan kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2019 ke Jawa Barat mencapai 62 juta jiwa. Sedangkan wisatawan mancanegara 1,8 juta jiwa.

Adanya pandemi COVID-19 yang terjadi pada 2020 membuat capaian kunjungan wisatawan menurun karena ada kebijakan skala luar negeri dan dalam negeri yang membatasi pergerakan manusia.

Oleh karena itu, Dedi Taufik mengatakan untuk tahun ini sektor pariwisata menjadi salah satu yang diandalkan untuk perbaikan perekonomian. 

Program West Java Calendar of Event 2021 ini menjadi salah satu upaya dari pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta pemerintah kabupaten kota.

Baca juga: Jabar dorong investor kecil untuk kembangkan pariwisata
Baca juga: Pariwisata Jabar mulai membaik di tengah pandemi

 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar