Nilai ekspor komoditas Lampung turun 21,7 persen

id ekspor lampung turun, komoditas lampung, bps lampung

Nilai ekspor komoditas Lampung turun 21,7 persen

Komoditas karet Lampung (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Nilai ekspor komoditas Provinsi Lampung pada Januari 2021 mencapai 309,46 juta dolar Amerika Serikat atau mengalami penurunan sebesar 21,7 persen dibandingkan Desember 2020.

"Ada sembilan dari sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan ekspor," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung,  Faizal Anwar,  di Bandarlampung,  Selasa. 

Ia menyebutkan, sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2021 adalah lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah.

Kemudian; ampas/sisa industri makanan; batu bara; olahan dari buah-buahan/sayuran; karet dan barang dari karet; bubur kayu/pulp; daging dan ikan olahan; ikan dan udang; dan hasil penggilingan.

Menurutnya,  penurunan ekspor Januari 2021 terhadap Desember 2020 terjadi pada sembilan golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati turun 28,26 persen; kopi, teh, rempah-rempah turun 24,20 persen.

Kemudian,  ampas/sisa industri makanan turun 1,66 persen; batu bara turun 35,00 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran turun 27,19 persen; bubur kayu/pulp turun 1,31 persen; daging dan ikan olahan turun 8,02 persen.

Selanjutnya,  ikan dan udang turun 31,37 persen; hasil penggilingan turun 23,00. Sedangkan golongan barang utama yang mengalami peningkatan adalah karet dan barang dari karet naik 39,99 persen.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2021 adalah Amerika Serikat 57,16 juta dolar; Pakistan 38,58 juta dolar; Tiongkok 33,90 juta dolar; Bangladesh 19,25 juta dolar. 

Lalu,  Jepang 16,33 juta dolar; Selandia Baru 15,41 juta dolar: Afrika Selatan 12,59 juta dolar; Malaysia 10,99 juta dolar; Spanyol 10,22 
juta dolar; dan Korea Selatan 9,18 juta dolar . 

"Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 72,25 persen," tambah Faizal Anwar. 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar