Pemkot Bandarlampung sasar 16.000 orang pada vaksinasi tahap dua

id COVID-19,Vaksinasi,Dinkes,Virus corona,Corona Lampung,vaksin bandarlampung

Pemkot Bandarlampung sasar 16.000 orang pada vaksinasi tahap dua

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli saat dimintai keterangan, Sabtu (27/2/2021). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Kami sudah terima vaksinnya dari Provinsi Lampung sebanyak 32.500 dosis
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalui Dinas Kesehatan setempat menyatakan bahwa jumlah sasaran yang akan menerima vaksinasi tahap kedua berkisar 16.000 orang menyesuaikan vaksin yang diterimanya.

"Kami sudah terima vaksinnya dari Provinsi Lampung sebanyak 32.500 dosis, sehingga sasaran penerima vaksinasi sekitar 16.000 orang, karena satu orang mendapatkan dua dosis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli, di Bandarlampung, Sabtu.

Dia menuturkan bahwa prioritas vaksinasi tahap kedua ini diperuntukkan bagi warga lanjut usia (lansia), TNI/Polri, wartawan dan pelayanan publik lainnya.

"Untuk jatahnya bagi lansia dan lainnya berapa kami akan rapatkan dahulu, tapi awal Maret vaksinasi tahap dua akan kami laksanakan," kata dia lagi.

Ia pun mengatakan bahwa apabila nanti ada yang kesulitan mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi melalui google form dari Kementerian Kesehatan bisa langsung datang ke puskesmas terdekat.

"Bawa KTP saja ke puskesmas nanti dilayani, tapi ini khusus untuk warga Bandarlampung saja. Jadi manual juga bisa kalau susah mendaftarkan diri," kata dia pula.

Dia pun mengimbau agar warga lanjut usia yang memiliki umur 59 tahun ke atas segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi, karena ini sangat penting agar mereka tidak terinfeksi COVID-19.

"Saya selalu sampaikan kepada mereka vaksinasi untuk lansia ini penting, karena kan mereka yang sudah berumur ini yang paling bahaya kalau terpapar COVID-19," kata dia lagi.
Baca juga: Lansia di Bandarlampung dukung vaksinasi COVID-19
Baca juga: 94 persen nakes di Bandarlampung telah jalani vaksinasi
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar