Sektor pertanian tidak lagi konvensional, inilah harapan Ridwan Kamil ditahun 2021

id Pemkab Garut, pemprov Jabar, gubernur Jabar, Ridwan Kamil, pertanian

Sektor pertanian tidak lagi konvensional, inilah harapan Ridwan Kamil ditahun 2021

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat peresmian Smart Green House PT Agro Jabar di Kampung Cikole, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Rabu (27/1/2021). (ANTARA/Feri Purnama)

Saya ingin tahun 2021 pertaniannya enggak mau konvensional, saya ingin teknologi
Garut (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap mulai tahun 2021 sektor pertanian di seluruh kota/kabupaten di Jabar sudah tidak lagi konvensional melainkan menerapkan teknologi yang bisa membantu pertanian terus produktif dan menguntungkan.

"Saya ingin tahun 2021 pertaniannya enggak mau konvensional, saya ingin teknologi," kata Ridwan Kamil saat peresmian Smart Green House PT Agro Jabar di Kampung Cikole, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Rabu.

Pemerintah Provinsi Jabar memiliki program desa digital yang saat ini sudah berhasil dikembangkan dalam sektor perikanan maupun pertanian.

Saat ini,  untuk memberi pakan ikan maupun menyiram tanaman dan memberi pupuk sudah menggunakan alat berupa drone yang bisa dioperasikan pakai telepon seluler pintar.

"Netesin air itu pakai HP, nyiram pupuk cair pakai drone pakai HP," katanya.

Teknologi dalam pertanian sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Jabar.

Tanpa dibantu teknologi,  seringkali petani hanya bisa bercocok tanam selama sembilan bulan, sisanya tiga bulan terkendala cuaca.

"Dengan teknologi 12 bulan bisa bercocok tanam, karena tanaman itu bukan mandi tapi minum, dengan teknologi bisa," katanya.

Salah satu menerapkan program teknologi pertanian yaitu didirikannya Smart Green House atau sistem pertanian infus menggunakan teknologi di Kebun Wanaraja, Jalan Cikole, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja.

"Kami meresmikan pertanian infus menggunakan teknologi, di mana di masa depan pertanian tidak lagi konvensional, tapi menggunakan teknologi yang bisa menghemat air, mengatur air, sehingga petani bisa menumbuhkan produknya sampai 12 bulan," katanya.

Program teknologi pertanian itu,  dimulai di Kabupaten Garut, untuk selanjutnya akan dilakukan di daerah lain di Jawa Barat bahkan Indonesia.

"Dimulai di Wanaraja, Garut ini, insya Allah akan kita sebarkan di seluruh Jawa Barat dan juga Indonesia," katanya.

Provinsi Jabar terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Dalam kondisi apapun termasuk di tengah wabah COVID-19 saat ini pangan pasti dibutuhkan oleh masyarakat.

"Pangan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, karena urusan perut mau darurat tidak darurat, tidak bisa kompromi," katanya.
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar