HNSI Lampung imbau nelayan waspada gelombang tinggi

id HNSI Lampung, cuaca buruk

HNSI Lampung imbau nelayan waspada gelombang tinggi

Ilustrasi- Nelayan menggunakan kapal ukuran kecil dan sedang tengah melaksanakan aktivitas melaut. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandarlampung (ANTARA) - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengimbau nelayan untuk lebih waspada terhadap gelombang tinggi saat melaksanakan aktivitas melaut.

"Para nelayan yang hendak melaksanakan aktivitas melaut diharapkan untuk lebih waspada, sebab gelombang tinggi akibat cuaca buruk masih berlangsung," ujar Ketua DPC HNSI Kota Bandarlampung, Kusaeri Suwardi, saat dihubungi di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya kecelakaan kerja dan menjaga keselamatan para nelayan.

"Nelayan juga perlu memperhatikan informasi cuaca untuk mencegah adanya insiden di tengah laut, dan sebagai upaya untuk menjaga keselamatan nelayan kami telah bekerja sama dengan BMKG Maritim Lampung untuk membentuk Komunitas Nelayan Peduli Cuaca," katanya.

Menurutnya, adanya gelombang tinggi dan angin kencang juga telah mempengaruhi hasil tangkapan para nelayan.

"Tentu terpengaruh hasil tangkapan berkurang kalau cuaca seperti ini, namun yang utama keselamatan para nelayan kalau di musim seperti ini," ucapnya lagi.

Tanggapan serupa atas adanya gelombang tinggi juga dikatakan oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Radin Inten II Lampung.

"Kita imbau nelayan pun perlu memperhitungkan info BMKG sebab gelombang tinggi sekitar 4 hingga 6 meter di bagian barat dan 3 hingga 4 meter di bagian selatan masih akan terjadi," ucap Rudi Harianto.

Ia mengatakan kewaspadaan dan kehati-hatian juga berlaku bagi para nelayan yang menggunakan kapal ukuran kecil hingga sedang, atas adanya gelombang tinggi.

"Kalau kapal besar tidak terpengaruh signifikan namun yang harus diperhatikan ialah para nelayan yang menggunakan kapal ukuran kecil dan sedang," katanya lagi.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar