Sumatera Selatan targetkan jadi ikon pangan nasional

id pertanian,pemprov sumsel,pemprov sumatera selatan ,provinsi sumsel,pertanian sumsel,gubernur sumsel,gubernur sumsel herm

Sumatera Selatan targetkan jadi ikon pangan nasional

Gubernur Sumsel Herman Deru pada kegiatan panen raya di Kabupaten Banyuasin. (ANTARA/HO/20)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan menjadi lumbung pangan nasional sekaligus ikon terkait sektor pertanian di Tanah Air.

Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Senin, mengatakan, beberapa hal layak menempatkan Sumsel menjadi ikon seperti pioner penerapan pertanian rawa lebak hingga perekrutan tenaga pendamping petani hingga 1.000 orang pada tahun lalu.

Untuk menjadi ikon pangan nasional tersebut, Sumsel memiliki tiga strategi utama yakni perbaikan infrastruktur, pendistribusian pupuk yang merata dan peningkatan produktivitas.

Ia mengatakan itu setelah mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 secara virtual bersama Presiden Joko Widodo di Palembang.

Terkait pupuk, Herman Deru menyebut PT Pusri sudah menyediakan pupuk yang dapat memenuhi kebutuhan petani. Namun, pola pendistribusian dan kuotanya yang harus dievaluasi karena kerap terjadi kelangkaan.

“Regulasi yang panjang menjadi kendala selama ini sehingga dibutuhkan solusi yang tepat mengatasi masalah kelangkaan pupuk di tingkat petani,” kata dia.

Sementara terkait dengan infrastruktur pertanian, Sumsel akan fokus pada perbaikan sarana irigasi bekerja sama dengan berbagai pihak, diantaranya Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII.

“Mulai dari hulu ke hilir, mulai dari bendungan sampai ke saluran-saluran cacing harus tersedia airnya,” kata dia.

Ia berharap berbagai pihak dapat memberikan dukungan atas target Sumsel menjadi ikon pangan nasional.

Sejauh ini, Sumsel merupakan provinsi kelima sebagai produsen beras tertinggi pada 2019 setelah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Pada 2020, Sumsel menargetkan produksi padi 4.925.191 ton Gabah Kering Giling. Produksi padi Sumsel diperkirakan bisa mencapai 2,69 juta ton GKG pada 2020 berdasarkan penghitungan Badan Pusat Statistik dengan menggunakan metode kerangka sampel area (KSA).

Sementara untuk produktivitas, Pemprov mendorong peningkatan indeks penanaman dari satu kali panen menjadi dua kali panen, atau dari dua kali panen menjadi tiga kali panen dalam satu tahun.
Selain itu, Pemprov juga mendorong pemanfaatan lahan tidur untuk dijadikan areal persawahan.

Potensi peningkatan produksi 2020 ini juga diikuti peningkatan luas panen sepanjang tahun tersebut, yang mana BPS menghitung terjadi peningkatan sebesar 2,21 persen atau dari semulai 539.320 Ha menjadi 551.240 Ha.

“Dengan upaya itu, Sumsel menargetkan dapat berada di peringkat tiga besar pada tahu 2021 untuk produksi beras,” kata Herman Deru.
 
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar