PGRI Lampung Timur setuju seleksi PPPK, tolak penghapusan formasi CPNS

id Pgri Lamtim, pgri, seleksi PPPK,guru honorer

PGRI Lampung Timur setuju seleksi PPPK, tolak penghapusan formasi CPNS

Guru honorer menunjukkan dokumen buku tabungan bank BNI saat pencairan bantuan subsidi upah (BSU) ANTARA FOTO/Rahmad

Lampung Timur (ANTARA) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lampung Timur menyambut positif seleksi satu juta guru honorer Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang digulirkan pemerintah untuk 2021.

Pembina PGRI Lampung Timur Hari Bowo dihubungi di Lampung Timur, Kamis,  meminta seleksi satu juta guru PPPK tahun ini dirampungkan.

"Program ini perlu direalisasikan," ujarnya.
 
Menurut dia, seleksi satu juta guru PPPK adalah program pemerintah yang baik karena guru honorer yang usianya tidak memenuhi syarat seleksi CPNS, dapat mengikuti seleksi PPPK. 

Kendati setuju dengan program seleksi guru PPPK, ia menyatakan PGRI tidak setuju dengan rencana pemerintah menghapus formasi penerimaan CPNS.

"Kalau P3K untuk menghapus formasi penerimaan CPNS, saya tidak setuju. Artinya P3K harus berjalan dan diselesaikan, baru ditata untuk kebutuhan CPNS. Jadi dua program ini harus beriringan," ujarnya. 

Menurut dia, PGRI tidak setuju formasi penerimaan CPNS dihapus karena formasi PPPK tidak menjamin kesejahteraan guru sampai hari tua. 

"Karena P3K kan sebatas kontrak, mereka tidak seperti PNS, kalau kontrak habis ya selesai, berbeda dengan PNS yang pensiun mutlak," jelasnya. 

Selain itu, jumlah guru PNS khususnya di wilayah Lampung Timur masih kurang banyak. 
 
Terpisah,  Ketua Forum Gabungan Guru Honorer PPPK Lampung Timur  Suprihaten menyatakan bersyukur pemerintah merealisasikan seleksi PPPK. 

"Kami bersyukur karena keadilan ditegakkan, kami yang sudah mengabdi 20 tahun, 30 tahun kalau diangkat dengan PPPK kami sangat menyambut positif," ujarnya. 

Suprihaten  meminta seleksi guru honorer melalui PPPK dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. 

"Kalau guru sekali diangkat melalui PPPK maka selanjutnya ya harus melalui PPPK," harapnya.

 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar