UMKM Lampung manfaatkan bahan ramah lingkungan buat kerajinan kain

id umkm lampung, manfaatkan bahan alami, ramah lingkungan, eco print

UMKM Lampung manfaatkan bahan ramah lingkungan buat kerajinan kain

Kerajinan kain yang memanfaatkan bahan ramah lingkungan (ANTARA/Mutiara Sari)

Teknik yang saya gunakan adalah ecoprint
Bandarlampung (ANTARA) - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung memanfaatkan bahan ramah lingkungan seperti dedaunan dan kulit kayu, untuk membuat kerajinan kain. 

"Teknik yang saya gunakan adalah ecoprint atau teknik memberikan pola pada kain menggunakan bahan alami," kata pelaku UMKM Tri Indah Noviana, di Bandarlampung,  Sabtu. 

Ia menyebutkan semua bahan yang digunakan didapatkan dari Lampung, seperti daun jati, jarak wulung, jarak kepyar, bodhi, ketepeng, daun kelengkeng, daun jambu, dan untuk pewarna seperti secang, tegeran, dan mahoni.

Dia mengakui sejak kecil dirinya sudah tertarik membuat kerajinan dari barang-barang bekas dan memulai usaha memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan di tahun 2015.

"Dari kecil memang sudah senang mendaur ulang barang bekas menjadi barang bernilai, tujuannya agar mengurangi sampah dan mulai fokus usaha di tahun 2015, setelah mendapat perizinan," katanya lagi.

Selain menggunakan bahan alami, Tri juga memaksimalkan penggunaan bahan agar limbah kain yang dihasilkan sedikit.

"Sisa-sisa bahan biasanya saya gunakan untuk membuat aksesoris, karena sekarang sedang pandemi sisa bahannya saya buatkan untuk lapisan masker," katanya lagi.

Menurut Tri, limbah kain yang dibuang akan mencemari lingkungan nantinya akan berdampak ke manusia, sisa bahan ia gunakan untuk membuat aksesoris, tempat aksesoris, vas bunga, dan masker.

Ia mempromosikan produknya lewat media soail dan peminat dari produk ecoprint serta kerajinan daur ulangnya memiliki peminat yang banyak. Saat pandemi, produk yang paling banyak dipesan adalah masker yang diproduksi olehnya menggunakan kain tapis.

Produk hasil kreasi Tri dibandrol dengan harga bervariatif, untuk kain ecoprint seharga Rp300 ribu sampai dengan Rp700 ribu per lembar, sedangkan untuk masker seharga Rp15.000 sampai dengan Rp40.000.
Baca juga: Ecoprint teknik membatik dengan media daun
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar