Indef: Jika Biden menang, ekspor Indonesia diuntungkan

id Pilpres AS,Perang dagang,Pertumbuhan ekonomi,Biden

Indef: Jika Biden menang, ekspor Indonesia diuntungkan

Calon presiden Amerika Serikat Joe Biden yang ditemani oleh calon wakil presiden Amerika Serikat Kamala Harris, asal Demokrat, membetulkan masker pelindung saat ia menyerukan wajib memakai masker saat berbicara kepada wartawan menyusul arahan singkat tentang pandemi penyakit virus korona (COVID-19) dengan ahli kesehatan masyarakat dalam acara kampanye di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Kamis (13/8/2020). REUTERS/Carlos Barria/pras/cfo (REUTERS/CARLOS BARRIA)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyatakan pemenang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) nantinya akan berdampak sangat signifikan bagi perekonomian Indonesia.

“Dampak pemilu di AS cukup besar bagi prospek perdagangan Indonesia ke depannya,” katanya kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Bhima memperkirakan jika Joe Biden yang merupakan kandidat dari Partai Demokrat memenangkan pemilu ini maka eskalasi perang dagang antara AS dengan China akan menurun.

Menurutnya, Biden akan memilih cara-cara yang lebih kompromis dalam menghadapi China karena ia lebih berpengalaman menjalin hubungan multilateral yang produktif pada era Obama.

“Situasi ini akan menguntungkan pemulihan ekspor Indonesia baik ke AS maupun sebagai pemasok bahan baku ke China,” ujarnya.

Bhima menuturkan selama ini kebijakan proteksionisme oleh Donald Trump yang merupakan kandidat dari Partai Republik sudah banyak merugikan kepentingan Indonesia termasuk dalam hal ekspor.

“Buktinya kinerja ekspor sebelum pandemi sudah lesu karena rendahnya permintaan bahan baku ke China dan ekspor langsung ke AS,” katanya.

Kemudian, Bhima menilai stimulus ekonomi Partai Demokrat akan lebih besar untuk mendorong pemulihan daya beli kelas menengah di AS yang merupakan pasar besar produk garmen dan alas kaki dari Indonesia.

“Berbeda dengan Trump yang pro terhadap keringanan pajak bagi kelas atas atau elit,” ujarnya.

Biden juga mendorong upah minimum federal naik menjadi 15 dolar AS per jam dan akan berimbas pada permintaan barang dari Indonesia yang semakin besar jika daya beli di AS meningkat.

“Gelontoran stimulus di AS yang lebih besar akan mampu mempercepat pemulihan ekonomi global. Biden juga menaruh perhatian terhadap penanganan COVID-19 yang lebih serius dengan pendekatan sains,” jelasnya.

Sementara dari segi sektor keuangan, Bhima mengatakan jika Biden terpilih maka berdampak positif bagi kepentingan ekonomi Indonesia yang terlihat dari mulai masuknya dana asing ke bursa saham.

“IHSG sudah naik 5 persen dalam sebulan terakhir sehingga berada di level 5.207. Sesi pembukaan hari ini asing mencatat beli bersih atau nett buy Rp136,5 miliar merespons positif hasil pemilu di mana Biden unggul dibanding Trump,” katanya.

Tak hanya itu, Biden turut memberikan angin segar ke arus modal asing jika terpilih karena investor AS yang selama ini bermain aman dengan beli emas, dolar dan yen jepang atau safe haven mulai berani masuk ke emerging market.

“Salah satu yang akan diincar pastinya obligasi pemerintah Indonesia karena tawarkan bunga yang tinggi kepada investor,” ujarnya.
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar