Harga getah karet di OKU tembus Rp10.000/Kg membuat petani kembali bergairah

id Harga karet OKU, tembus Rp10.000/Kg, petani semangat menyadap karet, beralih tanaman lain

Harga getah karet di OKU tembus Rp10.000/Kg membuat petani kembali bergairah

Ilustrasi petani menyadap pohon karet. (ANTARA/HO/20)

Baturaja (ANTARA) - Harga getah karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan sejak sepekan terakhir tembus  Rp10.000 per kilogram yang membuat para petani bergairah menyadap pohon karet.

"Alhamdulillah harga getah karet sudah dua minggu ini mencapai Rp10.000/Kg," kata Bambang, salah seorang petani karet asal Kecamatan Lubuk Raja, Ogan Komering Ulu (OKU) di Baturaja, Selasa.

Meskipun harganya saat ini belum menembus angka tertinggi seperti sekitar tahun 2000-an yang sempat mencapai Rp25.000/kg, namun petani karet di OKU sudah merasa gembira dengan adanya kenaikan harga tersebut.

Selain harga naik, hasil produksi getah karet saat ini juga mulai normal karena didukung faktor cuaca yang tidak lagi ekstrim.

Hasil sadapan getah karet yang dihasilkan dari kebun seluas sekitar satu hektare setiap pekan dapat mencapai 40-50 Kg.

"Saat musim kemarau hasil produksi berkurang sekitar 30 persen dari biasanya," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Juyot (59), petani karet lainnya asal Kecamatan Semidang Aji secara terpisah menambahan naiknya harga jual getah sebesar Rp10.000/Kg ditingkat agen pengepul tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat para petani yang sebelumnya beralih menanam tanaman lain karena harga jual anjok, kini kembali semangat menyadap getah karet lagi.

"Saat harga anjlok diangka Rp6.000/Kg, tidak sedikit petani termasuk saya sendiri beralih menanam tanaman lain seperti jagung. Namun, kini kembali semangat lagi menyadap getah karet," ujarnya.
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar