Presiden sampaikan selamat ulang tahun kepada IDI

id Presiden Jokowi,IDI,HUT ke-70,ikatan dokter indonesia

Presiden sampaikan selamat ulang tahun kepada IDI

FOTO ARSIP - Presiden Joko Widodo saat membuka muktamar Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) XXX dan Ikatan Istri Dokter Indonesia ( IIDI) XXI di Convention Hall, Sempaja, Samarinda, Kamis (25/10/2018). (FOTO ANTARA/Arumanto)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan berharap organisasi profesi tersebut terus menjaga harapan bangsa, dan terus berjuang untuk kemanusiaan.

"Untuk semua dokter yang tergabung pada Ikatan Dokter Indonesia, selamat ulang tahun yang ke-70. Tetaplah menjadi penjaga harapan, berjuang untuk kemanusiaan," kata Presiden dalam peringatan HUT ke-70 IDI sebagaimana video yang ditayangkan Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu.

Presiden mengatakan IDI memiliki catatan perjuangan yang sangat panjang. Perjuangan dan peranan IDI tidak hanya sebatas pada memadukan segenap potensi dokter Indonesia dan mengembangkan ilmu, pengetahuan, dan teknologi kedokteran, tapi juga selalu meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk mencapai berbagai tujuan itu, Presiden mengatakan IDI tidak bisa berjalan sendirian, melainkan bersinergi dengan berbagai institusi di ekosistem kesehatan.

“IDI berada dalam ekosistem yang di dalamnya ada lembaga pendidikan, ada profesi lain, ada industri, dan sebagainya. Ini memerlukan sinergi dan kerja sama yang erat,” ujarnya.

Dalam ekosistem kesehatan, kata Presiden, egosentrisme lembaga harus dihilangkan. Lebih baik semua lembaga dalam ekosistem kesehatan meningkatkan kerja sama antarpihak.

Presiden mengatakan situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini telah memberikan banyak pelajaran, di antaranya momentum untuk mereformasi sistem kesehatan nasional.

“Reformasi tersebut di antaranya dapat dimulai dari sisi pencegahan. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat adalah prioritas utama di mana dukungan dari sektor non-kesehatan, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, serta dukungan dari organisasi sosial keagamaan sangat dibutuhkan,” kata Kepala Negara.

Presiden mengatakan cara-cara luar biasa harus segera dilakukan untuk menangani berbagai persoalan terkait kesehatan masyarakat mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, hingga prioritas pada penurunan angka stunting di Tanah Air.

Selain itu, kesempatan bagi para generasi muda dokter, utamanya dokter spesialis, untuk meningkatkan kualitas kesehatan di seluruh pelosok negeri juga harus terus diupayakan.

"Karena itu saya berharap agar IDI menjadi bagian dalam gerbong reformasi sistem kesehatan. Keberhasilan reformasi ini tidak ditentukan oleh kerja pemerintah semata, tapi memerlukan dukungan penuh dari organisasi profesi dan juga masyarakat,” demikian Presiden Joko Widodo.
 

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar