Pemkot Bandarlampung tutup satu puskesmas karena COVID-19

id COVID-19,Wuhan,Corona lampung

Pemkot Bandarlampung tutup satu puskesmas karena COVID-19

Wali Kota Bandarlampung Herman HN saat dimintai keterangan. Jumat. (23/10/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandarlampung menutup sementara kegiatan satu puskesmas yang berada di Kecamatan Rajabasa disebabkan tenaga kesehatan yang bertugas di sana terpapar COVID-19.

"Kita tutup puskesmas di Rajabasa Induk sampai 03 November 2020," kata Wali Kota Bandarlampung Herman HN, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut diambil usai sembilan orang tenaga kesehatan di puskesmas tersebut terkonfirmasi terinfeksi virus corona.

"Ini sudah sembilan petugas yang terkena COVID-19 di pusat kesehatan itu. Kemarin lima sekarang tambah empat lagi," kata dia.

Dia pun meminta agar masyarakat dapat memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatannya dengan menerapkan protokol kesehatan agar tidak mudah terpapar COVID-19.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan bahwa tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Puskesmas Rajabasa Induk tersebut terdiri dari dua orang perawat, dua bidan dan lima lainnya merupakan surveilans.

"Jadi penutupan hingga 3 November 2020 ini merupakan perpanjangan karena sebenarnya puskesmas tersebut sudah ditutup dari satu pekan lalu ketika lima orang petugas kesehatan di sana positif COVID-19 dan hari ini harusnya sudah buka kembali," kata dia.

Namun, lanjut dia, karena ada empat petugas  lagi di puskesmas tersebut yang terkonfirmasi positif COVID-19 kemarin maka Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengambil kebijakan untuk memperpanjang kembali penutupan di pusat pelayanan itu.

Namun begitu, Kadinkes tersebut meminta masyarakat agar tidak takut berobat ke puskesmas jika mereka sakit.

"Jangan takut berobat kalau sakit tapi tetap masyarakat dan petugas juga harus lebih ketat menerapkan protokol kesehatan saat memeriksa pasien ataupun datang ke puskesmas," kata dia.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar